Tembus Pasar China, Koperasi Upland Subang Bakal Disuntik Modal LPDB Rp 4 Miliar



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Koperasi Produsen Upland Subang Farm membuktikan taringnya di pasar internasional dengan konsistensi ekspor manggis segar ke China. Hingga pengiriman tahap kedelapan, total nilai transaksi ekspor koperasi asal Subang ini telah menembus angka Rp 6,6 miliar.

Menteri Koperasi  Ferry Juliantono menilai hal ini sebagai bukti bahwa koperasi mampu menjadi penggerak ekonomi desa yang kompetitif. Menanggapi potensi besar tersebut, pihaknya melalui Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB-KUMKM) siap mengucurkan suntikan modal untuk memperkuat skala bisnis koperasi.

"Berdasarkan hasil kajian terhadap proposal dan juga bisnis proses dijalankan koperasi tersebut kepada LPDB, untuk tahap awal diperkirakan suntikan dana yang dapat diberikan sekitar Rp 4 miliar," ujarnya melalui keterangan resmi, Kamis (26/2/2026).


Baca Juga: Ini Kata LKM BKD Ponorogo Soal Alokasi 58,03% Dana Desa untuk Kopdes Merah Putih

Ferry menambahkan, angka tersebut merupakan langkah awal. Jika koperasi menunjukkan pertumbuhan yang baik, nilai pembiayaan berpeluang digelembungkan hingga lima kali lipat. 

"Nanti ketika koperasi ini bisa dikembangkan kami akan mendorong pembiayaannya hingga Rp 20 miliar tetapi tentunya harus melalui proses inkubasi dan pendampingan yang berkelanjutan," katanya.

Dukungan permodalan ini diharapkan dapat menyelesaikan kendala klasik koperasi, yakni keterbatasan modal untuk menyerap produk petani dalam skala besar. Dengan modal yang kuat, Koperasi Upland diharapkan mampu membeli manggis dan komoditas lain dari petani dengan harga yang lebih kompetitif.

"Saya yakin koperasi Upland ini bisa beli dengan harga yang lebih baik ke petani dan bisa memperbaiki manajemen kemudian bisa ekspor ke mana-mana," imbuhnya.

Selain manggis, Kemenkop juga mendorong koperasi ini untuk melakukan diversifikasi usaha ke produk nanas kaleng guna memenuhi permintaan pasar di Timur Tengah. Ferry berharap agar produk unggulan desa tidak hanya menyasar pasar ekspor, tetapi juga masuk ke ekosistem domestik melalui jaringan Koperasi Desa Merah Putih.

Baca Juga: 58,03% Dana Desa Akan Dialokasikan untuk Kopdes Merah Putih, Ini Respons Industri LKM

"Jadi jangan hanya diekspor saja tapi bisa dijual melalui Koperasi Desa Merah Putih di seluruh Indonesia. Produk lokal yang ada di Subang atau sekitarnya juga bisa dijual melalui Koperasi Desa Merah Putih," tuturnya.

Sementara itu, Manager Koperasi Upland Subang Farm Dadang Firmansyah mengakui bahwa permintaan dari buyer mancanegara sebenarnya sangat tinggi, namun seringkali terkendala keterbatasan modal kerja. 

Buyer dari berbagai negara datang, tapi kemampuan modal kami tidak bisa mengimbangi permintaan pasar. Karena itu kami berharap kerjasama dengan LPDB agar permodalan kami semakin kuat,” ungkap Dadang.

Selain itu, Direktur Utama LPDB, Krisdiyanto memastikan pihaknya telah menurunkan tim untuk melakukan pemetaan profil usaha koperasi tersebut. Hasil pantauan awal menunjukkan kegiatan bisnis Koperasi Upland sangat layak untuk dibiayai, disertai dengan program pendampingan berkelanjutan agar kapasitas ekspor mereka terus meningkat.

Selanjutnya: Penguatan Harga Minyak Dunia Jadi Katalis Positif Emiten Migas

Menarik Dibaca: Ramalan Zodiak Keuangan dan Karier Besok Jumat 27 Februari 2026, Bangun Reputasi

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News