Tempo Scan Pacific (TSPC) Siap Tebar Dividen, Cek Besaran dan Jadwalnya



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Tempo Scan Pacific Tbk (TSPC) secara resmi mengumumkan akan membagikan dividen tengah tahun atau interim sebesar Rp 50 per saham kepada pemodal yang tercantum dalam Daftar Pemegang Saham (DPS).

Emiten yang bergerak dalam bisnis farmasi ini berencana untuk membagikan Dividen Interim kepada pemegang saham untuk periode tahun buku 2023 dengan total senilai Rp 225,49 miliar.

Pembayaran dividen interim akan dilakukan hanya dengan mentransfer ke rekening bank masing-masing pemegang saham perseroan dan tidak ada pembayaran melalui cek.


Baca Juga: Intip Rekomendasi Saham yang Bisa Dicermati untuk Hari Ini (2/11)

Maka dari itu, pemegang saham diharapkan memberikan nama bank dan nomer rekening atas nama pemegang saham yang bersangkutan di atas kertas bermeterai paling lambat tanggal 13 November 2023 pukul 16.00 WIB ke PT Raya Saham Registra dengan alamat Gedung Plaza Sentral Lantai 2 Jalan Jendral Sudirman Kaveling 47-48, Jakarta 12930 Telp 021-2525666.

 
TSPC Chart by TradingView

Adapun jadwal pembagian dividen antara berikut:

  • Cum Dividen di Pasar Reguler dan Pasar Negosiasi pada 9 November 2023
  • Ex Dividen di Pasar Reguler dan Pasar Negosiasi pada 10 November 2023.
  • Cum Dividen di Pasar Tunai pada 13 November 2023
  • Ex Dividen di Pasar Tunai 14 November 2023.
  • Daftar Pemegang Saham (DPS) yang berhak atas dividen tunai 13 November 2023.
  • Pembayaran Dividen 29 November 2023.
Melansir dari data IDX pada Kamis (2/11), TSPC membukukan laba bersih sebesar Rp 952,18 miliar dalam sembilan bulan tahun 2023, atau naik 76,2% dibanding periode sama tahun 2022 yang tercatat sebesar Rp 540,59 miliar.

Baca Juga: Bukan Blue Chip, Saham-Saham Harga Murah Ini Layak Dilirik

Hasil itu mendongkrak laba per saham yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk ke level Rp 211 per lembar pada akhir September 2023, sedangkan di akhir kuartal III 2022 berada di level Rp120 per helai.

Penopangnya, penjualan bersih tumbuh 7,4 persen secara tahunan menjadi Rp9,766 triliun pada akhir September 2023.

Rinciannya, penjualan produk farmasi meningkat 12,07 persen menjadi Rp2,971 triliun. Senada, penjualn produk kosmetik naik 9,3% menjadi Rp3,019 triliun.

Baca Juga: Kinerja Industri Farmasi Dalam Tren Melambat, Intip Rekomendasi Analis

Lalu pendapatan jasa distribusi tumbuh 2,6 persen menjadi Rp3,774 triliun.

Walau beban pokok penjualan membengkak 5,9 persen secara tahunan menjadi Rp6,382 triliun pada akhir September 2023.  Tapi laba kotor tetap terangkat 10,4 persen menjadi Rp3,383 triliun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Noverius Laoli