JAKARTA. Pertumbuhan bisnis asuransi tak terlepas dari kerja keras tenaga pemasar. Baik pertumbuhan premi asuransi jiwa dan tenaga pemasar kompak tumbuh dua digit sampai akhir September lalu. Hendrisman Rahim, Ketua Umum Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) mengatakan, total pendapatan premi hingga kuartal III-2016 sebesar Rp 116,06 triliun. Angka ini naik 15,1% dibanding periode yang sama tahun lalu. Pertumbuhan premi ini sejalan dengan pertumbuhan tenaga pemasar. Nini Sumohandoyo, Kepala Departemen Komunikasi Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) menuturkan, terdapat tiga jalur distribusi pemasaran yaitu keagenan, bancassurance dan jalur alternatif. Ketiga jalur pemasaran tersebut menunjukkan pertumbuhan positif, dimana jalur distribusi bancassurance memberikan kontribusi terbesar terhadap total premi industri asuransi jiwa.
Tenaga pemasar asuransi jiwa tumbuh 16%
JAKARTA. Pertumbuhan bisnis asuransi tak terlepas dari kerja keras tenaga pemasar. Baik pertumbuhan premi asuransi jiwa dan tenaga pemasar kompak tumbuh dua digit sampai akhir September lalu. Hendrisman Rahim, Ketua Umum Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) mengatakan, total pendapatan premi hingga kuartal III-2016 sebesar Rp 116,06 triliun. Angka ini naik 15,1% dibanding periode yang sama tahun lalu. Pertumbuhan premi ini sejalan dengan pertumbuhan tenaga pemasar. Nini Sumohandoyo, Kepala Departemen Komunikasi Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) menuturkan, terdapat tiga jalur distribusi pemasaran yaitu keagenan, bancassurance dan jalur alternatif. Ketiga jalur pemasaran tersebut menunjukkan pertumbuhan positif, dimana jalur distribusi bancassurance memberikan kontribusi terbesar terhadap total premi industri asuransi jiwa.