KONTAN.CO.ID - Raksasa teknologi dan gim asal China, Tencent, dikabarkan sedang menjajaki langkah untuk menjadi pemegang saham terbesar startup kecerdasan buatan (AI) Manus. Langkah ini muncul setelah pemerintah China memerintahkan Meta membatalkan akuisisi startup tersebut senilai US$2 miliar.
Baca Juga: Konflik Baru AS-Iran Hambat Pelayaran di Hormuz, Harga Minyak Naik Mengutip laporan
Reuters, Jumat (10/7/2026), dua sumber yang mengetahui pembahasan tersebut mengatakan Tencent tengah berdiskusi untuk mengambil alih posisi pemegang saham terbesar Manus. Kabar ini pertama kali dilaporkan oleh
Financial Times. Menurut salah satu sumber, Tencent bersama investor awal Manus, termasuk ZhenFund dan HSG, berencana membeli kembali Manus dari Meta dengan nilai transaksi sedikitnya US$2 miliar. Hingga kini, Tencent, Manus, Meta, ZhenFund, maupun HSG belum memberikan tanggapan atas permintaan konfirmasi Reuters. Manus merupakan perusahaan pengembang agen AI (AI agent) yang mampu menjalankan berbagai tugas secara mandiri dengan intervensi manusia yang sangat minim. Perusahaan tersebut memindahkan operasinya dari China ke Singapura pada tahun lalu.
Baca Juga: Harga Emas Menguat Tipis, Tapi Tertekan Ancaman Inflasi dan Suku Bunga AS Meta mengumumkan akuisisi Manus pada Desember 2025 sebagai bagian dari strategi memperkuat pengembangan teknologi agentic AI. Namun, pada April 2026 pemerintah China mulai meninjau transaksi tersebut karena diduga melanggar ketentuan investasi lintas negara. Kasus Manus menjadi salah satu contoh terbaru langkah pemerintah China yang memblokir atau menantang transaksi lintas batas yang melibatkan perusahaan di luar yurisdiksi China. Langkah tersebut terjadi di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik antara Beijing dan Washington.
Sejak perintah pemerintah China diterbitkan, Meta disebut telah memisahkan operasional Manus dari bisnisnya secara internal dan menghentikan pertukaran data antara kedua perusahaan. Informasi tersebut sebelumnya dilaporkan
Bloomberg News. Baca Juga: Australia Konfirmasi Kasus Pertama Flu Burung H5N1 pada Burung Laut Asli Manus sempat menjadi sorotan pada awal 2025 setelah media pemerintah China dan sejumlah pengamat menyebut perusahaan tersebut sebagai "DeepSeek berikutnya". Julukan itu muncul setelah Manus memperkenalkan teknologi yang diklaim sebagai agen AI serbaguna pertama di dunia.