KONTAN.CO.ID - Tencent Music Entertainment Group mulai menawarkan obligasi berdenominasi dolar Amerika Serikat (AS) dengan tenor lima tahun dan 10 tahun. Mengutip
Reuters, berdasarkan term sheet yang dilihat pada Kamis (3/9/2026), perusahaan layanan streaming musik tersebut menawarkan obligasi senior tanpa jaminan (senior unsecured notes) dalam dua tenor.
Baca Juga: Donald Trump Turun Gunung, Bidik Kemenangan Partai Republik di Pemilu Midterm Untuk obligasi tenor lima tahun, Tencent Music memberikan indikasi harga awal sekitar 90 basis poin (bps) di atas yield US Treasury tenor lima tahun. Sementara itu, untuk obligasi tenor 10 tahun, indikasi harga awal sekitar 125 bps di atas yield US Treasury tenor 10 tahun. Nilai penerbitan obligasi tersebut diperkirakan mencapai setidaknya US$ 500 juta. Dalam pasar obligasi, transaksi dengan ukuran benchmark umumnya mengacu pada penerbitan minimal sekitar US$ 500 juta. Tencent Music berencana menggunakan dana hasil penerbitan obligasi untuk kebutuhan korporasi secara umum. Penggunaan dana tersebut mencakup pembiayaan kembali utang luar negeri serta pembelian kembali saham perseroan (
share buyback). Transaksi tersebut diperkirakan akan ditetapkan harganya pada jam perdagangan AS pada Kamis (3/9/2026). Sementara penyelesaian transaksi dijadwalkan pada 10 September 2026.
Baca Juga: Harga Emas Stabil di US$ 4.386 Kamis (3/9), Jelang Rilis Data Nonfarm Payrolls AS Peringkat Kredit Tencent Music Dari sisi peringkat kredit, Moody's memberikan rating A2 kepada Tencent Music. Sementara S&P Global Ratings memberikan peringkat A dan Fitch Ratings memberikan rating A-. Untuk penerbitan obligasi baru tersebut, Moody's dan S&P masing-masing diperkirakan memberikan peringkat A2 dan A.
Penerbitan obligasi ini dilakukan ketika perusahaan memanfaatkan pasar utang dolar AS untuk memperoleh pendanaan sekaligus mengelola struktur kewajibannya. Dalam transaksi tersebut, JPMorgan bertindak sebagai salah satu bookrunner bersama Goldman Sachs dan HSBC. Sementara itu, UBS, Bank of China dan MUFG bertindak sebagai
joint lead manager. Baca Juga: Yield Obligasi Jepang Turun Jelang Lelang JGB 30 Tahun