Tender 118 WK Migas Terbuka Tapi Baru 8 WK Terkontrak, Investor Masih Enggan Masuk



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Langkah Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) yang membuka tender 118 Wilayah Kerja (WK) migas baru mendapat sorotan. Ikatan Ahli Teknik Perminyakan Indonesia (IATMI) menilai sisa tender tersebut akan menghadapi tantangan berat untuk menarik minat investor global.

Hingga kini, pemerintah baru berhasil mengontrak 8 WK dengan total komitmen investasi US$ 57,95 juta dan bonus tanda tangan US$ 3,15 juta. Realisasi ini dinilai masih sangat kecil di tengah ketatnya persaingan pendanaan global yang mulai beralih ke proyek energi hijau.

"Investasi yang menurut keyakinan kami masih relatif kecil, namun perlu disyukuri semoga bisa segera diimplementasikan dan segera discovery," ujar Sekretaris Jenderal IATMI, Hadi Ismoyo kepada Kontan, Jumat (22/5/2026).


Baca Juga: Krakatau Steel (KRAS) Klaim Tata Kelola Ekspor Bisa untuk Jaga Kurs Rupiah

Meski begitu, Hadi mengaku kurang percaya diri sisa tender dari 118 WK tersebut bisa terserap optimal oleh pelaku usaha. Pasalnya, daya tarik investasi hulu migas di dalam negeri dinilai masih kalah bersaing dengan negara lain.

"Kami pesimistis apalagi country risk Indonesia masih relatif tinggi, iklim investasi tidak terlalu mendukung," tegasnya saat ditanya mengenai peluang capaian target investasi pemerintah.

Lebih lanjut, Hadi menambahkan, terkait dampak ke industri penunjang domestik seperti jasa fabrikasi, perkapalan, dan logistik lokal, nilainya dinilai belum signifikan.

"Akan berpengaruh, namun jangan berharap banyak dengan angka investasi yang hanya sebesar itu," pungkasnya.

Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia resmi membuka penawaran lelang sejumlah Wilayah Kerja (WK) migas potensial sebagai bagian dari upaya mendorong peningkatan produksi migas nasional. Langkah tersebut diarahkan untuk mendukung target produksi minyak nasional sebesar 900.000 hingga 1 juta barel minyak per hari (bopd) pada tahun 2029 mendatang.

"Ini saya buka secara umum, siapa saja boleh (ikut). Tidak perlu nego-nego di belakang meja. Yang penting kalian punya teknologi, kalian punya uang, kalian punya keseriusan. Silahkan mengelola hasil yang ada untuk kebaikan rakyat bangsa dan negara," ujarnya dalam acara IPA Convex 2026 di ICE BSD, Tangerang, Banten, Rabu (20/5/2026). Hingga Mei 2026, 

Kementerian ESDM telah mengidentifikasi sebanyak 118 WK migas potensial. Rinciannya terdiri dari 43 wilayah yang masih berada pada tahap studi bersama dan 50 wilayah potensial yang masuk tahap penawaran studi serta akuisisi data baru. 

Baca Juga: Krakatau Steel (KRAS): Konsumsi Baja RI Masih Rendah, Peluang Industri Masih Besar

Sementara itu, sebanyak 25 wilayah kerja tercatat telah menandatangani kontrak. Jumlah tersebut termasuk delapan WK hasil lelang tahun 2025 yang penandatanganan kontraknya disaksikan langsung oleh Menteri ESDM.

Secara kumulatif, delapan WK tersebut berhasil mengamankan total komitmen pasti sebesar US$ 57,95 juta dan bonus tanda tangan mencapai US$ 3,15 juta. Sementara total estimasi sumber dayanya mencapai 255 juta barel minyak dan 13,79 TCF gas.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News