Tengah siang, harga emas spot berada di US$ 1.790 per ons troi



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga emas naik tipis pada pertengahan pekan ini. Rabu (18/8) pukul 12.18 WIB, harga emas spot berada di US$ 1.790 per ons troi, menguat dari penutupan perdagangan kemarin pada US$ 1.786,19 per ons troi.

Dolar yang lebih kuat menjadi penahan penguatan harga emas lebih tinggi. "Imbal hasil Treasury AS memberi emas sedikit perlindungan, dan kami melihat kemungkinan inflasi yang lebih tinggi tanpa kenaikan suku bunga," kata Daniel Pavilonis, ahli strategi pasar senior di RJO Futures kepada Reuters.

Baca Juga: Analis Sinarmas Sekuritas rekomendasikan beli saham ASII, simak ulasannya


Tapi, harga emas yang juga safe haven bertahan di tengah rilis data penjualan ritel AS yang mengecewakan, meningkatnya infeksi Covid-19 di seluruh dunia dan gejolak di Afghanistan mengurangi selera untuk aset berisiko seperti ekuitas.

Emas sering bersaing dengan dolar sebagai safe haven selama ketidakpastian politik dan keuangan. Penguatan dolar yang lebih tinggi juga membuat emas lebih mahal bagi mereka yang memegang mata uang lain.

Fokus pasar sekarang beralih ke risalah dari pertemuan Juli Federal Reserve yang dijadwalkan rilis pada hari Rabu. Investor akan mencermati isyarat pengurangan stimulus bank sentral AS pada risalah tersebut.

Baca Juga: Permintaan emas naik, ini rekomendasi saham Antam (ANTM) dari Indopremier Sekuritas

"Kami percaya kemungkinan bahwa pengurangan pembelian aset yang akan datang sudah diperhitungkan dalam harga emas, tetapi laju pengurangan tersebut masih cukup tidak pasti," kata analis HSBC James Steel dalam sebuah catatan.

"Peristiwa Afghanistan biasanya tidak menggerakkan emas, tetapi kemenangan Taliban yang cepat dan tampaknya lengkap dapat secara tidak langsung mendukung aset safe haven seperti emas batangan, meskipun hanya sedikit. Dampaknya pada emas mungkin lebih besar dari yang dibayangkan sebelumnya," imbuh Steel.

Baca Juga: Harga emas siang ini di Pegadaian, Selasa 17 Agustus 2021

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Handoyo .