KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah kembali menjadi sentimen utama yang mendorong kenaikan harga minyak mentah dunia. Ancaman gangguan distribusi energi melalui jalur perdagangan strategis membuat pasar minyak dibayangi risiko pasokan, sekaligus meningkatkan volatilitas harga hingga akhir 2026. Berdasarkan data Bloomberg, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) tercatat US$ 103,77 per barel, naik 1,70%. Sementara itu, harga minyak mentah Brent berada di level US$ 117,08 per barel, menguat 2,20% atau 1,92%. Presiden Komisaris HFX International Berjangka Sutopo Widodo menilai, gejolak geopolitik saat ini tidak lagi sekadar menjadi sentimen jangka pendek, tetapi telah berkembang menjadi faktor utama yang memengaruhi tren harga komoditas energi.
Tensi Geopolitik Kerek Harga Minyak, Brent Berpeluang Tembus US$ 120 per Barel
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah kembali menjadi sentimen utama yang mendorong kenaikan harga minyak mentah dunia. Ancaman gangguan distribusi energi melalui jalur perdagangan strategis membuat pasar minyak dibayangi risiko pasokan, sekaligus meningkatkan volatilitas harga hingga akhir 2026. Berdasarkan data Bloomberg, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) tercatat US$ 103,77 per barel, naik 1,70%. Sementara itu, harga minyak mentah Brent berada di level US$ 117,08 per barel, menguat 2,20% atau 1,92%. Presiden Komisaris HFX International Berjangka Sutopo Widodo menilai, gejolak geopolitik saat ini tidak lagi sekadar menjadi sentimen jangka pendek, tetapi telah berkembang menjadi faktor utama yang memengaruhi tren harga komoditas energi.
TAG: