KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Operasi militer yang dilancarkan Amerika Serikat (AS) dan Israel telah meningkatkan ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Hal ini juga yang mengganggu pasar energi dan mendorong harga minyak mentah Brent di atas US$ 80 per barel. Ekonom KB Valbury Sekuritas, Fikri C. Permana mengatakan, ketegangan geopolitik di Timur Tengah telah meningkatkan risiko inflasi global dan memperkuat sentimen penghindaran risiko di seluruh pasar keuangan. Ke depan, de-eskalasi kemungkinan akan membatasi dampak makroekonomi. “Namun, memburuknya situasi lebih lanjut dapat memperburuk penghindaran risiko, memperkuat volatilitas harga komoditas, meningkatkan tekanan inflasi, dan meningkatkan ketidakstabilan di pasar keuangan global,” ujar Fikri saat dikonfirmasi Kontan, Jumat (6/3/2026).
Tensi Geopolitik Memanas Berisiko Kerek Inflasi, Picu Mode Risk Off di Pasar Keuangan
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Operasi militer yang dilancarkan Amerika Serikat (AS) dan Israel telah meningkatkan ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Hal ini juga yang mengganggu pasar energi dan mendorong harga minyak mentah Brent di atas US$ 80 per barel. Ekonom KB Valbury Sekuritas, Fikri C. Permana mengatakan, ketegangan geopolitik di Timur Tengah telah meningkatkan risiko inflasi global dan memperkuat sentimen penghindaran risiko di seluruh pasar keuangan. Ke depan, de-eskalasi kemungkinan akan membatasi dampak makroekonomi. “Namun, memburuknya situasi lebih lanjut dapat memperburuk penghindaran risiko, memperkuat volatilitas harga komoditas, meningkatkan tekanan inflasi, dan meningkatkan ketidakstabilan di pasar keuangan global,” ujar Fikri saat dikonfirmasi Kontan, Jumat (6/3/2026).