Tensi perang dagang AS-China mereda, IHSG diprediksi menguat



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tercatat melemah 0,84% pada penutupan perdagangan hari ini, Kamis (7/11). Sempat menguat ke titik tertinggi harian di level 6.235,64, IHSG akhirnya ditutup turun ke level 6.165,62.

Dana asing pun kabur dari pasar ekuitas tanah air. Hal ini dibuktikan dengan adanya aksi jual bersih asing (net foreign sell) senilai Rp 1,12 triliun di pasar regular dan Rp 1,35 triliun di semua pasar (all market).

Analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana mengatakan, pelemahan IHSG hari ini disertai dengan aksi net sell asing besar-besaran masih tidak terlepas dari imbauan Presiden Joko Widodo agar perbankan memotong suku bunga kredit dan pinjaman. “Maka dari kemarin, saham-saham perbankan banyak yang tergerus,” kata Herditya kepada Kontan.co.id, Kamis (7/11).


Baca Juga: IHSG turun 0,84% dengan penjualan bersih asing lebih dari Rp 1 triliun

Untuk perdagangan besok, Herditya memprediksi sentimen global yang akan mempengaruhi pergerakan IHSG adalah perjanjian dagang antara China dengan Amerika Serikat (AS). Kedua pihak akan membatalkan pemberlakuan tarif secara bertahap. Selain itu, pengumuman naiknya cadangan devisa dalam negeri juga masih menjadi sentimen positif bagi IHSG.

Senada, Kepala Riset Koneksi Kapital Indonesia Alfred Nainggolan mengatakan, meredanya tensi perang dagang antara AS dengan China dapat menjadi katalis positif bagi pergerakan IHSG besok.

Baca Juga: IHSG jatuh ke level terendah satu bulan, meski cadev kembali meningkat

Selain itu, faktor penguatan rupiah serta adanya kemungkinan technical rebound juga memperkuat peluang IHSG untuk menguat. “Kemungkinan ada technical rebound karena IHSG sudah terkoreksi cukup besar,” ujar Alfred.

Untuk itu, Alfred memperkirakan IHSG akan menguat di kisaran 6.120–6.242. Sementara Herditya memprediksi IHSG akan menguat pada perdagangan besok dengan kisaran 6.120–6.220.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Wahyu T.Rahmawati