KONTAN.CO.ID-JAKARTA. Gejolak ekonomi global dan tensi perang dagang utamanya berpengaruh menekan sektor industri yang berorientasi ekspor Indonesia. Jawa Barat, sebagai pusat manufaktur dan ekspor nasional, menjadi salah satu daerah yang paling terdampak. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) per Januari 2025 ekspor nonmigas Jawa Barat ke Amerika Serikat mencapai US$ 499,53 juta atau 16,62% dari total ekspor nonmigas provinsi. Sementara dari Bandung, ekspor ke AS pada Maret 2025 mencapai US$ 7,7 juta. Namun, Bandung juga menghadapi gelombang PHK massal, terutama di industri tekstil dan produk tekstil (TPT), akibat penurunan pesanan dan meningkatnya persaingan dengan produk impor. Kebijakan tarif baru dari AS dikhawatirkan akan menekan permintaan ekspor lebih lanjut, sementara arus masuk produk impor semakin meningkat, sehingga industri dalam negeri berpotensi terpukul dua kali lipat.
Tensi Perang Dagang Menekan Pusat Manufaktur dan Industri Orientasi Ekspor di Jabar
KONTAN.CO.ID-JAKARTA. Gejolak ekonomi global dan tensi perang dagang utamanya berpengaruh menekan sektor industri yang berorientasi ekspor Indonesia. Jawa Barat, sebagai pusat manufaktur dan ekspor nasional, menjadi salah satu daerah yang paling terdampak. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) per Januari 2025 ekspor nonmigas Jawa Barat ke Amerika Serikat mencapai US$ 499,53 juta atau 16,62% dari total ekspor nonmigas provinsi. Sementara dari Bandung, ekspor ke AS pada Maret 2025 mencapai US$ 7,7 juta. Namun, Bandung juga menghadapi gelombang PHK massal, terutama di industri tekstil dan produk tekstil (TPT), akibat penurunan pesanan dan meningkatnya persaingan dengan produk impor. Kebijakan tarif baru dari AS dikhawatirkan akan menekan permintaan ekspor lebih lanjut, sementara arus masuk produk impor semakin meningkat, sehingga industri dalam negeri berpotensi terpukul dua kali lipat.