Tentara Bayaran Rusia Klaim Kemenangan di Kota Bakhmut



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pada hari Sabtu, tentara bayaran Rusia Grup Wagner mengklaim kemenangan di kota Bakhmut, Ukraina timur, setelah pertempuran melelahkan yang berlangsung selama delapan bulan. Sebagian besar, kubu pro-Moskow sangat gembira karena akhirnya berhasil mengalahkan para pembela Ukraina yang keras kepala.

Meskipun Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy telah membantah pada hari Minggu bahwa Bakhmut telah jatuh, pengusaha Rusia dan bos Wagner Yevgeny Prigozhin mengklaim sebaliknya dalam sebuah memo suara kepada 420.000 pengikut Telegramnya.

“Tidak ada satu pun tentara Ukraina di desa Bakhmut, karena kami telah berhenti mengambil tahanan,” katanya.


“Ada banyak sekali mayat militer Ukraina. Bakhmut diambil sepenuhnya sepanjang semua batas hukumnya, hingga sentimeter terakhir. Vladimir Alexandrovich [Zelenskyy] tidak jujur, atau dia, seperti pemimpin militer kita, sama sekali tidak menyadari apa yang terjadi di lapangan,” katanya.

Baca Juga: Rusia: Memasok Jet F-16 ke Ukraina akan Membawa Risiko Besar Bagi Barat

Melalui pernyataan di layanan pers resmi Kremlin, Presiden Rusia Vladimir Putin mengucapkan selamat kepada tentara Rusia dan kelompok tentara bayaran Wagner atas perebutan Artemovsk, sebutan kota itu pada zaman Soviet hingga 2016.

Cuplikan di saluran TV Rusia dan Telegram menunjukkan bendera Rusia berkibar dari atap gedung apartemen yang masih berdiri di antara reruntuhan Bakhmut.

“Tanpa melebih-lebihkan, sebuah momen bersejarah para pejuang Wagner mengibarkan bendera Rusia, dan bendera kompi mereka, di jalan terakhir Artemovsk,” Amir Yusupov, seorang koresponden yang ditempatkan di garis depan, melaporkan untuk Channel One.

"Kota telah dibersihkan ... Banyak yang bisa pergi di akhir kontrak mereka, tetapi setiap orang tetap tinggal," terangnya.

Editor: Handoyo .