Terancam gagal bayar, investor Evergrande menuntut uang kembali



KONTAN.CO.ID - CHINA. Ribuan investor ritel menderita kerugian besar akibat gagal bayar yang dialami oleh Evergrande Group. Mereka menuntut uang mereka bisa segera dikembalikan. 

Mengutip pemberitaan Channelnewsasia, Senin (27/9), dikabarkan sejumlah investor sedang melakukan negosiasi agar masa pembayaran utang diperpanjang. Namun tidak jelas berapa jumlah tunggakan utang dan tidak ada bukti terkait penundaan pembayaran tersebut. 

Diperkirakan perusahaan belum membayarkan utang kepada investor senilai 40 miliar yuan atau setara US$ 6,2 miliar. Utang itu berasal dari produk investasi yang dijual kepada investor ritel yang telah memicu protes nasional dan lebih banyak tekanan pada Beijing. 


Jika masalah ini terus berlanjut, dikhawatirkan akan merembet ke industri perwalian atau perusahaan manajemen aset mencapai US$ 3 triliun dan akan membahayakan lebih banyak investor. 

Baca Juga: Evergrande bisa dapat US$ 600 juta dari menjual saham perusahaan asuransi jiwa

Kemudian mengancam sumber pendanaan non-bank terbesar untuk sektor properti ini. Seiring dengan mundurnya bank bayangan. “Pemerintah China akan menempatkan stabilitas sosial sebagai salah satu prioritas,” kata James Feng, mitra pendiri Poseidon Capital Group. 

Bahkan, tunggakan utang perusahaan kembali semakin menumpuk pada kuartal IV 2021. Khususnya dari produk dijual perusahaan manajemen aset mencapai US$ 1,8 miliar. Produk investasi ini menyasar investor ritel dan institusi kaya. 

Ditambah lagi, produk ini akan jatuh tempo tahun depan dan sudah menyentuh angka US$ 4 miliar. Guna mengantisipasi itu, pemerintah berupaya menjaga stabilitas keuangan dan telah memerintahkan perusahaan segera membayarkan kewajibannya. 

Dalam pertemuan baru-baru ini, regulator mendesak perusahaan untuk menyelesaikan proyek perumahan yang belum selesai dan membayar kembali utang ke investor ritel, sambil menghindari default pada obligasi dolar.

Editor: Handoyo .