Terbanyak Dijual Asing, Harga Saham BBCA Kamis (6/8) Turun 1,5%, Saatnya Beli / Jual?



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Investor asing kembali mencatatkan aksi jual bersih (net foreign sell) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada perdagangan Kamis (6/8/2026). Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) paling dibanyak dilepas investor asing sehingga harga melorot. Lalu, sekarang saatnya jual atau beli saham BBCA? 

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui RTI Business, IHSG turun 0,11% atau 7,42 poin ke level 6.343,71. Sepanjang perdagangan, indeks bergerak di kisaran 6.324 hingga 6.388.

Aktivitas perdagangan di BEI mencatat volume transaksi mencapai 54,90 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp 18,18 triliun.


BBCA, TLKM, dan ANTM Paling Banyak Dilepas

Investor asing paling banyak melepas saham-saham berkapitalisasi besar.

Berikut tiga saham dengan nilai jual bersih terbesar di pasar reguler:

Saham Net Sell Asing
BBCA Rp214,9 miliar
TLKM Rp93,3 miliar
ANTM Rp89,1 miliar
Aksi jual asing menyebabkan harga saham BBCA pada akhir perdagangan Kamis (6/8) Rp 6.350 turun 100 poin atau 1,55% secara harian. Sejak awal tahun 2026, harga saham BBCA terakumulasi turun 20,87%.

Baca Juga: IHSG Berpeluang Uji Level 6.400, Simak Rekomendasi Saham TPIA, CDIA, DSSA hingga BACH

​DSSA Jadi Saham Paling Banyak Dibeli Asing

Meski mencatatkan net sell secara keseluruhan, investor asing tetap melakukan akumulasi pada sejumlah saham.

Tiga saham dengan nilai pembelian bersih terbesar di pasar reguler adalah:

Saham Net Buy Asing
DSSA Rp317,7 miliar
TPIA Rp105,6 miliar
PTRO Rp100,6 miliar
Masuknya dana asing ke saham-saham sektor energi dan petrokimia menunjukkan minat investor terhadap emiten yang masih memiliki prospek pertumbuhan di tengah volatilitas pasar.

Tonton: Kelola Lahan Eks PKH, Agrinas Palma Libatkan Koperasi dan Masyarakat

Net Sell Seluruh Pasar Tembus Rp273 Miliar

Jika menghitung seluruh transaksi (all trade), investor asing membukukan:

  • Pembelian: Rp4,88 triliun
  • Penjualan: Rp5,15 triliun
  • Net foreign sell: Rp273,4 miliar
Pada seluruh pasar, tiga saham yang paling banyak dibeli investor asing masih sama, yaitu:

  • DSSA: Rp317,7 miliar.
  • TPIA: Rp105,6 miliar.
  • PTRO: Rp100,6 miliar.
Sedangkan tiga saham dengan aksi jual terbesar adalah:

  • BBCA: Rp214,9 miliar.
  • EMAS: Rp109,7 miliar.
  • TLKM: Rp96,6 miliar.
Pergerakan Investor Asing di Pasar Negosiasi

Di pasar negosiasi, investor asing juga mencatatkan aksi jual bersih sebesar Rp56,2 miliar. Rinciannya:

  • Pembelian: Rp393,7 miliar.
  • Penjualan: Rp449,9 miliar.
Tiga saham yang paling banyak dibeli asing di pasar negosiasi adalah:

Saham Nilai
ISAT Rp5,7 miliar
OASA Rp3,7 miliar
STAR Rp1,4 miliar
Sementara itu, saham yang paling banyak dilepas investor asing di pasar negosiasi meliputi:

Saham Nilai
KPIG Rp24,3 miliar
GOTO Rp13,3 miliar
BCAP Rp12,6 miliar
Tonton: Kelola Lahan Eks PKH, Agrinas Palma Libatkan Koperasi dan Masyarakat

Rekomendasi Saham BBCA

CGS International Sekuritas Indonesia dalam analisa 29 Juli 2026 mempertahankan rekomendasi Add untuk saham BBCA. Namun, target harga diturunkan menjadi Rp 8.000 per saham dari sebelumnya seiring kenaikan asumsi tingkat bebas risiko menjadi 5,5% dari 5% serta meningkatnya premi risiko pasar akibat kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah tenor 10 tahun. 

Analis CGS International Sekuritas Indonesia Handy Noverdanius menyatakan, rekomendasi tersebut didukung hasil kinerja BBCA pada semester I 2026 masih sesuai dengan ekspektasi. BBCA membukukan laba bersih setelah pajak (NPAT) sebesar Rp 29,5 triliun atau tumbuh 1,7% secara tahunan setara dengan 48% dari proyeksi CGSI dan 49% dari konsensus Bloomberg untuk sepanjang 2026.

"Pada kuartal II 2026, laba bersih mencapai Rp14,8 triliun atau naik 1% dibandingkan kuartal sebelumnya, terutama didorong oleh membaiknya beban pencadangan," ujar Handy dalam riset

Menurut Handy, peluang kenaikan valuasi saham BBCA masih terbuka apabila permintaan kredit tumbuh lebih kuat dari perkiraan dan tekanan terhadap NIM semakin mereda. Sebaliknya, risiko yang perlu dicermati adalah memburuknya kualitas kredit serta persaingan penyaluran kredit yang semakin ketat.

ETF Emas Meluncur 10 Agustus! Peluang Investasi Baru atau Pesaing Emas Fisik?
© 2026 Konten oleh Kontan
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News