KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah mengakui saat ini Indonesia terbelenggu dengan banyaknya aturan yang saling tumpang tindih. Tak ayal, hal tersebut justru membuat Indoneia sulit bersaing dengan negara lain. Menteri Sekretariat Kabinet Pramono Anung mengatakan, fakta tersebut yang saat ini menjadi fokus kepemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla dalam melakukan reformasi hukum. Mengingat hal tersebut juga sempat dikeluhkan oleh Presiden Joko Widodo. Saat ini terdapat 42.000 peraturan mulai dari undang-undang hingga peraturan di daerah. Hal itu justru menjadi masalah besar dan serius bagi Indonesia. "Reformasi hukum menjadi salah satu program prioritas utama untuk pembedahan peraturan perundang-undangan yang ada," jelas Pramono, Rabu (28/11).
Terbelenggu aturan yang tumpang tindih, pemerintah indikasi lembaga baru
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah mengakui saat ini Indonesia terbelenggu dengan banyaknya aturan yang saling tumpang tindih. Tak ayal, hal tersebut justru membuat Indoneia sulit bersaing dengan negara lain. Menteri Sekretariat Kabinet Pramono Anung mengatakan, fakta tersebut yang saat ini menjadi fokus kepemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla dalam melakukan reformasi hukum. Mengingat hal tersebut juga sempat dikeluhkan oleh Presiden Joko Widodo. Saat ini terdapat 42.000 peraturan mulai dari undang-undang hingga peraturan di daerah. Hal itu justru menjadi masalah besar dan serius bagi Indonesia. "Reformasi hukum menjadi salah satu program prioritas utama untuk pembedahan peraturan perundang-undangan yang ada," jelas Pramono, Rabu (28/11).