Terbitkan surat utang US$ 400 juta, ABM Investama (ABMM) minta restu pemegang saham



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT ABM Investama Tbk (ABMM) berencana untuk menerbitkan surat utang senior (senior notes) dengan nilai agregat sebanyak-banyaknya sebesar US$ 400 juta. 

Mengutip keterbukaan informasi di laman Bursa Efek Indonesia, Rabu (5/5), pokok surat utang akan dibayarkan seluruhnya dan sekaligus pada tanggal jatuh tempo surat utang selambat-lambatnya pada tahun 2026.

Adapun tingkat suku bunga maksimum sampai dengan 9,5% dan akan dibayarkan setiap enam bulan (semi-annual).


Surat utang direncanakan akan dijamin tanpa syarat (unconditionally) dan tanpa dapat ditarik kembali (irrevocably) dengan jaminan perusahaan (corporate guarantee) oleh perusahaan terkendali tertentu dari ABMM.

Informasi mengenai jaminan perusahaan (corporate guarantee), termasuk syarat penjaminan, nilai penjaminan, dan risiko, akan disampaikan oleh ABMM dalam keterbukaan informasi yang akan diumumkan  dua hari kerja setelah penerbitan surat utang.

Baca Juga: ABM Investama berencana mengajukan revisi RKAB serta meningkatkan produksi tahun ini

ABMM berencana untuk menggunakan dana hasil transaksi untuk membiayai kembali, baik sebagian maupun seluruh surat utang (senior notes) 2022 sebesar US$ 350 juta dengan bunga tetap sebesar 7,125% per tahun dan jatuh tempo pada tahun 2022. Sisanya, akan digunakan untuk membiayai kebutuhan umum, yakni tambahan modal kerja maksimum senilai US$ 50 juta.

Dengan adanya transaksi ini, maka rasio keuangan ABMM akan berubah. Debt to EBITDA ratio misalnya, dari semula 2,96% per 31 Desember 2020 menjadi 3,34%. Fixed charge coverage ratio menjadi 2,41% dari semula 3,27%.

“Penerbitan surat utang akan menambah likuiditas perseroan dan memperpanjang periode jatuh tempo utang dan dengan skema pembayaran surat utang pada akhir jatuh tempo (bullet payment), menjadikan Perseroan dapat menjaga likuiditasnya,” tulis manajemen ABMM.

Adapun total ekuitas ABMM sebesar US$  161,74 juta, sehingga persentase rencana transaksi terhadap total ekuitas sebesar 247,3%. Oleh karenanya,  ABMM wajib mendapat persetujuan rapat umum pemegang saham (RUPS) terlebih dahulu atas rencana ini. ABMM berencana untuk menggelar RUPS pada Jumat (7/5).

Selanjutnya: Incar pertumbuhan kontrak 30% di tahun 2021, ini yang dilakukan ABM Investama (ABMM)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Herlina Kartika Dewi