KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Langkah pemerintah menerapkan kebijakan efisiensi pada Kementerian atau Lembaga (K/L) untuk meningkatkan efektivitas pengelolaan keuangan negara rupanya berimbas pada keberlangsungan bisnis katering. Dessy Sagita, pemilik Family Q Catering mengungkapkan tren penurunan pendapatan pada bisnis katering mencapai 20% selama Januari - Maret 2025. Penurunan ini dirasakan khususnya bagi katering yang banyak melayani klien dari pemerintahan dan BUMN. “Khususnya di Family Q Catering, kami merasakan dampaknya secara langsung, khususnya karena sebagian besar klien kami berasal dari sektor pemerintahan, BUMN, dan korporasi swasta, yang saat ini sedang melakukan efisiensi anggaran cukup besar,” terang Dessy kepada Kontan, Selasa (15/4).
Terdampak Kebijakan Efisiensi, Pendapatan Bisnis Katering Tercatat Turun Hingga 20%
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Langkah pemerintah menerapkan kebijakan efisiensi pada Kementerian atau Lembaga (K/L) untuk meningkatkan efektivitas pengelolaan keuangan negara rupanya berimbas pada keberlangsungan bisnis katering. Dessy Sagita, pemilik Family Q Catering mengungkapkan tren penurunan pendapatan pada bisnis katering mencapai 20% selama Januari - Maret 2025. Penurunan ini dirasakan khususnya bagi katering yang banyak melayani klien dari pemerintahan dan BUMN. “Khususnya di Family Q Catering, kami merasakan dampaknya secara langsung, khususnya karena sebagian besar klien kami berasal dari sektor pemerintahan, BUMN, dan korporasi swasta, yang saat ini sedang melakukan efisiensi anggaran cukup besar,” terang Dessy kepada Kontan, Selasa (15/4).