KONTAN.CO.ID - STOCKHOLM. Maskapai penerbangan Skandinavia, SAS, bakal melakukan pengurangan karyawan alias pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap 5.000 pegawai tetap. Ini dilakukan karena bisnis penerbangan anjlok setelah jatuhnya permintaan dan pembatasan perjalanan selama pandemi virus corona. Maskapai penerbangan di seluruh dunia telah memangkas penerbangan dan biaya akibat pandemi, dan SAS mengatakan dalam sebuah pernyataan pada Selasa (28/4) bahwa pihaknya memperkirakan aktivitas terbatas selama musim panas tahun ini. Sebelum melakukan pengurangan pegawai, pada bulan lalu SAS sudah mengatakan akan memberhentikan sementara sekitar 10.000 karyawan, atau 90% dari total tenaga kerja maskapai. Ini dilakukan karena virus corona membawa perjalanan internasional hampir macet pada Maret, sementara perjalanan domestik juga sangat terpengaruh.
Terdampak virus corona, maskapai SAS akan pangkas 5.000 pegawai di tiga negara
KONTAN.CO.ID - STOCKHOLM. Maskapai penerbangan Skandinavia, SAS, bakal melakukan pengurangan karyawan alias pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap 5.000 pegawai tetap. Ini dilakukan karena bisnis penerbangan anjlok setelah jatuhnya permintaan dan pembatasan perjalanan selama pandemi virus corona. Maskapai penerbangan di seluruh dunia telah memangkas penerbangan dan biaya akibat pandemi, dan SAS mengatakan dalam sebuah pernyataan pada Selasa (28/4) bahwa pihaknya memperkirakan aktivitas terbatas selama musim panas tahun ini. Sebelum melakukan pengurangan pegawai, pada bulan lalu SAS sudah mengatakan akan memberhentikan sementara sekitar 10.000 karyawan, atau 90% dari total tenaga kerja maskapai. Ini dilakukan karena virus corona membawa perjalanan internasional hampir macet pada Maret, sementara perjalanan domestik juga sangat terpengaruh.