JAKARTA. Harga minyak mentah dunia terus melandai. Apalagi, kemarin (3/10), eksportir terbesar di Arab Saudi, Aramco Saudi memutuskan untuk menggunting harga minyak. Keputusan ini diprediksi akan membuat harga minyak dunia semakin dingin. Hingga penutupan perdagangan Jumat (3/10), harga minyak mentah jenis WTI di bursa Nymex untuk pengiriman November merosot ke level US$ 90,37 per barel, turun 12,52% dari tahun lalu. Turunnya minyak WTI ini juga diikuti minyak Brent turun ke level US$ 92,82 per barel. Tren penurunan harga minyak mentah dunia juga menyeret harga minyak mentah Indonesia (Indonesian Crude Price) yang menjadi acuan anggaran. Per September, rata-rata harga ICP US$ 94,97 per barel. Angka ini jauh dari harga patokan APBN-P 2014 segede US$ 105 per barel.
Tergencet konsumsi dan impor yang tinggi
JAKARTA. Harga minyak mentah dunia terus melandai. Apalagi, kemarin (3/10), eksportir terbesar di Arab Saudi, Aramco Saudi memutuskan untuk menggunting harga minyak. Keputusan ini diprediksi akan membuat harga minyak dunia semakin dingin. Hingga penutupan perdagangan Jumat (3/10), harga minyak mentah jenis WTI di bursa Nymex untuk pengiriman November merosot ke level US$ 90,37 per barel, turun 12,52% dari tahun lalu. Turunnya minyak WTI ini juga diikuti minyak Brent turun ke level US$ 92,82 per barel. Tren penurunan harga minyak mentah dunia juga menyeret harga minyak mentah Indonesia (Indonesian Crude Price) yang menjadi acuan anggaran. Per September, rata-rata harga ICP US$ 94,97 per barel. Angka ini jauh dari harga patokan APBN-P 2014 segede US$ 105 per barel.