Tergiur demografi, Dyson ingin menambah 18 gerai



JAKARTA. Produsen peralatan rumah tangga Dyson berencana menambah minimal 18 gerai berkonsep store in store pada tahun ini. Perusahaan yang resmi masuk ke Indonesia sejak November 2015 itu, menyediakan dana investasi sebesar Rp 150 juta - Rp 200 juta per gerai.

Dyson akan merealisasikan penambahan gerai secara bertahap. Pada kuartal I-2016, perusahaan asal Inggris tersebut akan menambah gerai di wilayah Jabodetabek. Lantas, pada kuartal II-2016, Dyson akan membuka gerai di luar Jabodetabek. Sebut saja di Bandung, Semarang, dan Surabaya.

Selanjutnya, pada semester II-2016, Dyson berencana ekspansi ke luar Jawa. Bidikan perusahaan tersebut yakni Bali, Medan dan Makassar.


Jika pembukaan 18 gerai tadi terpenuhi, Dyson akan memiliki 25 gerai pada tahun 2016. Pasalnya, perusahaan itu sudah memiliki tujuh store in store di dalam toko Best Denki, yang memang menyediakan area penjualan.

Senior Brand Manager Dyson Indonesia Maria Cindy mengungkapkan, selain gerai berkonsep store in store, Dyson juga membuka satu flagship store alias toko utama di Jakarta. "Jakarta merupakan flagship store pertama Dyson di kawasan Asia Tenggara," terangnya, Selasa (26/1).

Asal tahu saja, sebelum hadir secara fisik, sejatinya produk Dyson sudah beredar di tanah air. Adalah PT Metrox Mekanika yang menjadi distributor resmi mereka. Metrox Mekanika tak lain merupakan bagian dari Metrox Group, perusahaan ritel yang menjajakan aneka produk lifestyle alias gaya hidup.

Nah, pasca hadir secara fisik, Dyson berharap semakin kuat di pasar Indonesia. Perusahaan tersebut masih mengandalkan vacuum cleaner atawa produk pengisap debu atawa tanpa kantung debu sebagai pendongkrak penjualan utama. Menyasar segmen kelas atas.

Selain pengisap debu, Dyson juga memiliki tiga produk lain, Ketiganya yakni mesin pengering tangan, kipas angin dan mesin pemanas. Produk-produk ini menyasar pasar yang sama yakni golongan menengah atas.

Manajemen Dyson menilai, pertumbuhan kelas ekonomi masyarakat menengah di Indonesia menjadi bonus demografi yang menggiurkan. "Strategi kami tidak dengan hard selling tapi dengan melakukan edukasi kepada masyarakat," kata Cindy.

Srategi lain yang akan Dyson tempuh adalah menggenjot penjualan produk lewat jalur online. Perusahaan tersebut menggandeng situs belanja JD.id sebagai mitra bisnis di dunia maya.

Berbekal strategi tersebut, Dyson berharap bisa bersaing dengan kompetitor yang sudah lebih dahulu mengisi pasar di Indonesia. Target pertumbuhan pendapatan mereka 120% pada tahun ini. Hanya, manajemen perusahaan tak membeberkan target dalam nilai rupiah maupun unit.

Yang pasti, tahun ini Dyson masih fokus memperkuat pasar. Perusahaan tersebut belum berencana membikin pabrik di Indonesia. Semua produk masih mereka impor dari Singapura. Lalu assembling alias proses perakitan produk di Malaysia.  

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Barratut Taqiyyah Rafie