Terjadi panic buying akibat wabah corona, pembelian tisu toilet di Australia dibatasi



KONTAN.CO.ID - SYDNEY. Pedagang besar di Australia memberikan batasan ketat pada pembelian tisu toilet terkait panic buying karena ketakutan akibat corona virus. Negara itu mencatat kasus ketiga penularan lokal penyakit tersebut.

Australia adalah salah satu negara pertama yang mengambil garis keras dalam mengatasi wabah dengan memberlakukan kontrol perbatasan pada pengunjung dari pusat epidemi di China sebulan yang lalu. Dilaporkan telah terjadi 41 kasus virus corona, sebagian besar dari para pengungsi dari kapal pesiar yang merapat di Jepang dan hanya tiga kasus penularan lokal.

Baca Juga: Informasi penularan virus corona harus dilakukan lewat satu pintu secara terpusat


Namun, media sosial telah dibanjiri dalam beberapa hari terakhir dengan foto dan video orang yang menimbun barang, termasuk produk sanitasi dan bahan pokok seperti beras dan telur. Kondisi itu  telah memicu tagar #toiletpapergate dan #toiletpapercrisis yang sedang tren di Twitter, bersama dengan foto troli belanja berlebihan, dan seruan untuk tenang dari para pejabat yang bingung.

"Kami mencoba meyakinkan orang bahwa menghapus semua tisu toilet dari rak-rak supermarket mungkin bukan hal yang proporsional atau masuk akal untuk dilakukan saat ini," kata Kepala Petugas Medis Australia Brendan Murphy pada sidang parlemen hari Rabu (4/3) dikutip dari Reuters.

Baca Juga: Amazon konfirmasi kasus virus corona pertama karyawannya di AS

Woolworths Group Ltd, rantai toko bahan makanan terbesar di negara itu, membatasi penjualan produk penting hingga empat bungkus per pembeli. "Ini akan membantu menopang tingkat stok karena pemasok meningkatkan produksi dan pengiriman lokal dalam menanggapi permintaan yang lebih tinggi dari biasanya," kata pernyataan itu.

Editor: Handoyo .