Terjadi peningkatan harga tak wajar, BEI awasi saham Central Omega Resources (DKFT)



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bursa Efek Indonesia (BEI) tengah mengawasi pergerakan saham PT Central Omega Resources Tbk (DKFT), Senin (23/11). Harga saham DKFT telah meningkat di luar kebiasaan atau unusual market activity (UMA). 

Mengutip data dari RTI Business, harga saham DKFT memang cenderung bergerak di zona hijau. Selama sebulan terakhir, harga sahamnya telah menguat hingga 80,53% menjadi 204 pada Selasa (24/11) pukul 13.04 WIB. Adapun penguatan signifikan juga terjadi selama enam bulan terakhir, mencapai 112,50%. Jika dilihat sejak awal tahun, saham DKFT mencatatkan pertumbuhan hingga 43,66%. 

"Sehubungan dengan terjadinya UMA atas saham DKFT tersebut, perlu kami sampaikan bahwa bursa saat ini sedang mencermati perkembangan pola transaksi saham ini," jelas Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI Lidia M. Panjaitan dan P.H. Kepala Divisi Pengaturan & Operasional Perdagangan BEI Yayuk Sri Wahyuni dalam pengumuman, Senin (23/11). 


Walaupun pengumuman UMA tidak serta merta menunjukkan adanya pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan di bidang pasar modal, investor diminta untuk memperhatikan jawaban DKFT atas permintaan konfirmasi bursa, serta mencermati kinerja DKFT dan keterbukaan informasinya. 

Baca Juga: PT Central Omega Resources Tbk (DKFT) Cari Mitra Kongsi di Proyek Smelter

Selain itu, investor diharapkan mengkaji kembali rencana corporate action DKFT apabila rencana tersebut belum mendapatkan persetujuan RUPS. 

"Mempertimbangkan berbagai kemungkinan yang dapat timbul di kemudian hari sebelum melakukan pengambilan keputusan investasi," seperti yang tertulis dalam pengumuman tersebut. 

Asal tahu saja, informasi terakhir terkait DKFT di website BEI adalah laporan bulanan aktivitas eksplorasi yang diunggah pada Rabu (11/11). Dalam laporan tersebut dijelaskan bahwa DKFT tidak melakukan kegiatan pemboran, tes pit dan kegiatan lapangan lainnya selama bulan Oktober 2020. 

Perusahaan baru menganalisa dan menghitung hasil kegiatan sebelumnya dengan memfokuskan pada lokasi-lokasi di daerah pertambangan biji nikel yang akan diproduksi. 

"Rencana aksi berikutnya adalah masih meneruskan evaluasi hasil kegiatan eksplorasi di area pertambangan yang sedang beroperasi di Kabupaten Morowali Utara, Sulawesi Tengah dan di Kabupaten Konawe Utara, Sulawesi Tenggara," jelas Corporate Secretary PT Central Omega Resources Tbk Yohanes Supriady dalam keterbukaan informasi.  

Selanjutnya: Begini rencana pengembangan smelter Central Omega Resources (DKFT)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Herlina Kartika Dewi