Terkena profit taking, IHSG dibuka terkoreksi 0,30% ke 5.082,96 pagi ini



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkoreksi di awal perdagangan Jumat (17/7), Mengutip RTI, pukul 09.11 WIB, indeks dibuka turun 0,30% ke 5.082,96.

Tercatat 140 saham turun, 128 saham naik, dan 159 saham stagnan. Total volume 773 juta saham dengan nilai transaksi capai Rp 673 miliar.

Delapan dari 10 indeks sektoral menyeret IHSG pagi ini. Sektor keuangan paling dalam penurunannya 0,77%. Sementara sektor pertambangan paling tinggi kenaikannya 1,08%.


Aksi jual asing turut membebani IHSG. Di pasar reguler, net sell asing Rp 98,822 miliar dan Rp 98,773 miliar.

Baca Juga: Bursa Asia rebound Jumat (17/7) pagi, setelah jatuhnya pasar China kemarin

Asal tahu, setelah menguat selama 4 hari berturut-turut, akhirnya Dow Jones (DJIA) terkena profit taking ditutup turun sebesar 0,50% akibat jatuhnya saham berbasis teknologi.

“Maka berpotensi mendorong investor melakukan profit taking dalam perdagangan Jumat ini,” ujar analis MNC Sekuritas Edwin Sebayang.

Di tengah pencapaian jumlah tertinggi korban yang terinfeksi dan meninggal akibat Covid19. Pada Kamis (16/7), jumlah korban yang terjangkit Covid19 kembali memecahkan rekor tertinggi baru bertambah 1.574 orang sehingga mencapai 81.668 orang.

Sementara penambahan korban meninggal sebanyak 76 orang sehingga total 3,873 orang, menuju 4,000 orang tewas dalam waktu dekat ini.

Baca Juga: IHSG hari ini dinilai masih kuat, saham emiten rokok bisa jadi pilihan

Sementara itu, kondisi penutupan harga komoditas cukup beragam di mana Nikel, Oil, Emas dan Coal mengalami kejatuhan tetapi harga Timah dan CPO tetap mempertahankan trend penguatannya.

“Mengetahui IHSG berpeluang terpapar profit taking dalam perdagangan Jumat ini di tengah secara valuasi banyak saham sangat menarik untuk dibeli, kami merekomendasikan sangat selektif jika investor ingin melakukan BOW atau Swing Trade maka dapat fokus atas saham dari sektor Rokok, Otomotif, Konsumer, Retail, CPO, Semen, Oil dan Bank dalam perdagangan Jumat,” paparnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Yudho Winarto