Terkuak! Inilah Komet Terbesar yang Pernah Ditemukan hingga Kini



KONTAN.CO.ID - Terkuak! Ini komet terbesar yang pernah ditemukan hingga kini. Komet bernama 2014 UN271 atau Bernardinelli-Bernstein memiliki panjang 137 kilometer (km), tepat seperti perkiraan sebelumnya.

Dikutip dari TheSun, komet terbesar yang pernah ditemukan saat ini tersebut mengelilingi tata surya kita. Info saja, komet adalah benda langit yang mengelilingi Matahari dengan garis edar berbentuk lonjong, parabolis, atau hiperbolis. 

Benda langit yang satu ini cukup mudah dikenali karena memiliki ekor. Ketika mendekati matahari, sebagian bahan penyusun (es dan debu) menguap membentuk kepala dan ekor.


Dalam sebuah makalah terbaru, para ilmuwan menghitung ukuran benda langit itu dengan mengukur panas yang memancar dari sumber terkait menggunakan teleskop radio di gurun Atacama, Chili.

Para ilmuwan menunjukkan, nukleus (bagian tengah komet yang padat) memiliki panjang sekitar 137 km. Ini sekaligus membenarkan perkiraan yang sebelumnya dilemparkan.

"Kami telah mengonfirmasi perkiraan itu," kata Dr Emmanuel Lellouch dari Obesrvatorium Paris kepada New Scientist, dikutip dari TheSun. "Ini komet terbesar dari awan Oort yang pernah ditemukkan".

Baca Juga: Inilah 4 Fakta Menarik Sirius, Bintang yang Paling Terang di Langit Malam

Sesuai dengan namanya, komet 2014 UN271 atau Bernardinelli-Bernstein telah diamati sejak delapan tahun lalu saat jaraknya sejauh Neptunus. Semakin mendekati tata surya, pengamatan terkait komet terbesar ini kemudian membuahkan hasil.

Termasuk, informasi mengenai panjang dari komet tersebut yang sebelumnya baru bisa diperkirakan. Para astronom gagal mengenali komet itu hingga Juni 2021, ketika mereka mengidentifikasinya sebagai komet yang sangat besar.

Tak heran, komet Bernardinelli-Bernstein dijuluki megakomet karena sangat besar.

Pada saat itu, komet tersebut telah bergerak lebih dekat ke pusat tata surya. Diperkirakan, ukurannya antara 100 hingga 370 km.

Meskipun Bernadinelli-Bernstein semakin dekat, komet tersebut tidak akan pernah melintasi orbit Saturnus. Hal tersebut juga berdampak bagi para astronom yang menyulitkan pengamatan akurat menjadi lebih sulit.

Dr Lellouch dan rekan astronom lainnya menggunakan pendekatan berbeda untuk mengetahui panjang komet tersebut.

Perkiraan awal menggunakan jumlah cahaya yang dipantulkan dari objek, Dr Lellouch dan kawan-kawan memeriksa radiasi komet menggunakan Atacama Large Milimeter/submilimeter Array (ALMA) di Chili.

Dengan pendekatan tersebut memungkinkan tim untuk mendapat ukuran yang akurat dari luas permukaan komet Bernardinelli-Bernstein.

Baca Juga: Ilmuwan Temukan Sepasang Asteroid Termuda, Meskipun Begitu Usianya Sekitar 300 Tahun

Bagaimana dengan hasilnya? Ukuran komet Bernardinelli-Bernstein dua kali lipat dari pesaing terdekatnya, komet Hale-Bopp yang ditemukan pada 1995.

Objek serupa lainnya, 95P/Chiron yang mengorbit antara Saturnus dan Uranus secara teknis lebih besar dengan lebar 210 km. Namun demikian, para ilmuwan masih ragu-ragu apakah itu komet atau planet kecil.

Dengan demikian, komet Bernardinelli-Bernstein didapuk sebagai megakomet atau komet terbesar yang pernah ditemukan setidaknya sampai saat ini.

Dr Lellouch berharap, bisa melakukan pengamatan lebih lanjut terhadap komet Bernardinelli-Bernstein supaya dapat membantu para astronom untuk lebih memahaminya.

"Sekarang kita tahu ukurannya, kita bisa mempelajari seberapa aktif komet ini," ujar Dr Lellouch.

Seluruh penelitian ini telah diterima untuk dipublikasikan di Astronomy and Astrophysics Letters, paperprint juga telah tersedia di ArXiv.org.