Ternyata, IHSG peringkat terakhir di bursa Asia



JAKARTA. Bursa Efek Indonesia (BEI) boleh saja terus menampik guncangan yang terjadi di pasar modal Indonesia belum parah. Tekanan dana asing yang hengkang terus-menerus tak dikhawatirkan otoritas bursa.

Tapi, kondisi tersebut membuat performa Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencetak predikat terburuk selama satu tahun terakhir di kawasan.

Berdasar penelusuran KONTAN, dalam satu tahun terakhir, boleh disebut, IHSG menempati peringkat kenaikan paling bontot di antara bursa Asia yang menjadi acuan.


Ini rinciannya, IHSG hanya naik 2,78% dihitung sepanjang 52 pekan (annual). Jumat 13, September, indeks lompat kecil 18,93 poin atau 0,43% ke 4.375,54.

1 tahun, asing net sell di IHSG

Sebagai perbandingan, dalam satu tahun, Nikkei 225 sudah melesat 43,25%. Padahal Jepang dilanda krisis keuangan dan ancaman utang jatuh tempo yang tinggi.

Hang Seng, terbang 29,87%, Shanghai Composite Indeks maju 27,28%. Kospi 20,24% dan indeks Australia ASX/S&P 200 menghijau 21,78%.

Mengutip data Bloomberg, rata-rata setiap hari dari awal 2013 hingga 13 September lalu, investor asing melakukan aksi jual bersih dalam transaksi IHSG sebanyak Rp 45,79 miliar.

Dana asing paling banyak masuk dalam sehari adalah Rp 7,29 triliun terjadi pada 2 Mei. Kemudian, aksi jual asing terbesar mencapai Rp 3,98 triliun, terjadi pada 11 Juni silam.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: