JAKARTA. Bagi perusahaan yang banyak mengandalkan bahan baku impor, melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat merupakan tantangan berat. Hal ini dirasakan oleh PT Frisian Flag Indonesia. Produsen susu itu mengaku 70%–80% pasokan bahan baku susu masih diimpor. Frisian Flag mengimpor dari Royal Friaesland Campina N.V (Friesland Campina), yang tak lain perusahaan terafiliasi. Barulah, sisanya 20%–30% pasokan susu Frisian Flag berasal dari peternak lokal di Jawa Barat dan Jawa Tengah. Sebagai gambaran, mengintip data Bloomberg, dalam periode akhir tahun lalu hingga saat alias year to date 26 September 2014, level rupiah terendah adalah Rp 11.289. Sadar dengan tantangan kurs yang besar itu, Frisian Flag pun bersiasat dengan menekan biaya produksi.
Terpapar kurs, Frisian Flag tekan operasional
JAKARTA. Bagi perusahaan yang banyak mengandalkan bahan baku impor, melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat merupakan tantangan berat. Hal ini dirasakan oleh PT Frisian Flag Indonesia. Produsen susu itu mengaku 70%–80% pasokan bahan baku susu masih diimpor. Frisian Flag mengimpor dari Royal Friaesland Campina N.V (Friesland Campina), yang tak lain perusahaan terafiliasi. Barulah, sisanya 20%–30% pasokan susu Frisian Flag berasal dari peternak lokal di Jawa Barat dan Jawa Tengah. Sebagai gambaran, mengintip data Bloomberg, dalam periode akhir tahun lalu hingga saat alias year to date 26 September 2014, level rupiah terendah adalah Rp 11.289. Sadar dengan tantangan kurs yang besar itu, Frisian Flag pun bersiasat dengan menekan biaya produksi.