Terpilih Jadi Ketua APKI, Suhendra Fokus Tingkatkan Daya Saing Industri Pulp & Paper



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kongres Asosiasi Pulp dan Kertas Indonesia (APKI) 2026 menetapkan Suhendra Wiriadinata sebagai Ketua Umum APKI periode 2026–2031.

Dalam kongres yang digelar di Jakarta, Rabu (4/11/2026), Ngakan Timur Antara juga ditetapkan sebagai Ketua Dewan Pengawas untuk periode yang sama.

Penguatan daya saing industri pulp dan kertas menjadi salah satu fokus utama kepengurusan APKI periode 2026–2031, di tengah tekanan pasar global dan tuntutan terhadap efisiensi serta keberlanjutan.


Baca Juga: Produksi Mobil Naik 16%, Industri Komponen Otomotif Ikut Ketiban Berkah

Suhendra mengatakan, kepengurusan baru APKI akan menghadapi sejumlah tantangan industri pulp dan kertas, mulai dari dinamika pasar global, perubahan kebijakan perdagangan hingga tuntutan terhadap praktik industri yang lebih berkelanjutan.

"APKI perlu memperkuat perannya dalam menyuarakan kepentingan pelaku industri sekaligus membangun komunikasi dengan pemerintah untuk mencari solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi industri," kata Suhendra dalam keterangannya, Rabu (4/11/2026).

Suhendra mengatakan, pengurus baru akan mendorong tata kelola organisasi yang lebih terbuka dan berorientasi pada kebutuhan anggota. Hal itu akan dilakukan melalui program kerja yang terukur serta evaluasi secara berkala.

Di sisi lain, Ngakan Timur Antara menambahkan, Dewan Pengawas akan memperkuat sinergi dengan Dewan Pengurus dan Dewan Penasihat APKI. Menurut dia, koordinasi antar organisasi diperlukan agar fungsi pengawasan dan pelaksanaan program dapat berjalan efektif.

Ia menegaskan, fungsi pengawasan akan dijalankan secara independen, objektif, dan konstruktif. Selain memastikan tata kelola organisasi berjalan baik, Dewan Pengawas juga akan memberikan masukan kepada pengurus dan anggota.

Ngakan juga mendorong keterbukaan terhadap aspirasi dan masukan dari anggota APKI. Koordinasi serta pertemuan berkala antarunsur organisasi dinilai penting untuk memperkuat transparansi dan efektivitas program kerja.

Tantangan peningkatan daya saing menjadi salah satu pekerjaan rumah bagi kepengurusan baru APKI. Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mencatat utilisasi industri agro masih sekitar 60,78% pada kuartal I 2026. Pemerintah menilai tingkat utilisasi tersebut masih dapat didorong hingga 80% atau lebih.

Baca Juga: Mutuagung Lestari (MUTU) Gandeng PertaMC, Bidik Peluang Bisnis di Sektor Energi

Menteri Perindustrian Muhammad Sarmuji mengatakan, peningkatan utilisasi perlu dibarengi dengan penyelesaian berbagai persoalan yang dihadapi pelaku industri. Momentum perbaikan manufaktur nasional dinilai dapat dimanfaatkan untuk mendorong kinerja industri pulp dan kertas.

Berdasarkan data Kemenperin, produksi pulp nasional pada 2025 mencapai 11,69 juta ton dengan kapasitas terpasang 14,48 juta ton per tahun. Sementara itu, produksi kertas mencapai 18,65 juta ton dari kapasitas terpasang 25,37 juta ton per tahun.

Dari sisi perdagangan, industri pulp dan kertas mencatat surplus sepanjang 2021–2025. Nilai ekspor industri tersebut mencapai sekitar US$ 8,2 miliar pada 2025.

Kinerja ekspor juga masih tumbuh pada semester I 2026. Nilai ekspor pulp mencapai US$ 1,68 miliar, sedangkan ekspor kertas mencapai US$ 2,35 miliar.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang diolah APKI, volume ekspor pulp Indonesia pada 2025 tumbuh 7,9% secara tahunan. Volume ekspor kertas juga meningkat 9,6%. Dengan kinerja tersebut, Indonesia masih mempertahankan posisi sebagai eksportir neto produk pulp dan kertas.

Industri ini juga memiliki kontribusi terhadap perekonomian nasional. Sektor kertas dan percetakan menyumbang 3,73% terhadap PDB industri pengolahan nonmigas pada 2025. Industri tersebut juga menyerap sekitar 290.000 pekerja langsung dan 1,2 juta pekerja tidak langsung.

Kongres APKI 2026 berlangsung pada 3–4 November 2026 dengan mengusung tema “Membangun Industri Pulp dan Kertas yang Tangguh dan Berdaya Saing di Tengah Dinamika Global”.

Baca Juga: IHG Siapkan 13 Hotel Baru di Indonesia, Bidik Ekspansi ke Empat Destinasi

Kepengurusan baru APKI periode 2026–2031 selanjutnya akan diarahkan untuk memperkuat produktivitas, memperluas pasar ekspor dan mengembangkan produk bernilai tambah di tengah persaingan global.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News