KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Mayoritas saham bank BUMN kembali tertekan pada perdagangan Selasa (10/3/2026) setelah lembaga pemeringkat global Fitch Ratings merevisi outlook tiga bank Himbara menjadi negatif, meski peringkat mereka tetap dipertahankan. Bank yang terdampak adalah PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI). Saham BBNI ditutup melemah 0,70% ke Rp 4.260, BBRI turun 0,28% ke Rp 3.560, sementara BMRI justru menguat 1,87% ke Rp 4.910.
Dalam sepekan terakhir, saham-saham ini cenderung terkoreksi, mencerminkan tekanan pasar. Meski sentimen negatif muncul dari revisi outlook, fundamental bank tetap kuat.
Baca Juga: Cek Rekomendasi Saham AADI, BBCA, BBNI, JPFA, dan KLBF untuk Perdagangan Rabu (4/3) Bank Mandiri mencatat laba bersih Rp 8,9 triliun hingga Februari 2026, naik 16,7% secara tahunan, ditopang pertumbuhan pendapatan bunga bersih dan transaksi digital melalui Livin’ by Mandiri. Penyaluran kredit dan DPK masing-masing tumbuh 15,7% dan 16,3% secara tahunan. “Laba bersih tumbuh seiring meningkatnya aktivitas transaksi digital masyarakat, yang juga mendorong pendapatan berbasis komisi,” kata Direktur Finance & Strategy Bank Mandiri, Novita Widya Anggraini. Ia menambahkan, BMRI akan terus memperkuat sinergi di seluruh lini bisnis untuk akselerasi pertumbuhan dan menjaga keunggulan kompetitif. Kinerja BRI juga positif. Laba bersih Januari 2026 melonjak 85,39% menjadi Rp 3,72 triliun, didorong pertumbuhan pendapatan bunga dan penyaluran kredit 11,95% secara tahunan. BNI mencatat laba bank-only Rp 1,7 triliun, naik 3,5% secara tahunan, dengan pertumbuhan kredit 19% meski melambat secara bulanan.
Baca Juga: IHSG Masih Rawan Koreksi, Cek Rekomendasi Saham Kiwoom Sekuritas Rabu (4/3) Meski fundamental relatif kuat, analis menilai revisi outlook bisa menekan saham dalam jangka pendek. "Perubahan outlook meningkatkan persepsi risiko investor, terutama di tengah volatilitas pasar global," kata Investment Analyst Infovesta Utama, Ekky Topan. Sentimen dividen bisa menahan tekanan, namun bukan katalis utama penguatan saham. Head Online Trading BCA Sekuritas, Achmad Yaki, menambahkan, bank BUMN terkait erat dengan kondisi fiskal negara, sehingga risiko fiskal bisa memengaruhi biaya pendanaan. "Potensi defisit fiskal 2,9% pada 2026 bisa memicu biaya pendanaan valuta asing meningkat," katanya.
Baca Juga: Cek Rekomendasi Saham Pilihan BNI Sekuritas untuk Perdagangan Selasa (3/3) Di tengah sentimen ini, rekomendasi saham bank berbeda-beda: BBNI dan BMRI direkomendasikan buy dengan target harga masing-masing Rp 5.690 dan Rp 6.500, BBTN buy target Rp 1.700, BBRI hold target Rp 4.400, dan BBCA trading buy target Rp 8.200. Investor disarankan akumulasi bertahap sambil menunggu stabilisasi pasar global Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News