Tertarik Masuk Hot Stock, Ini Yang Perlu Dicermati



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Keuntungan yang ditawarkan saham-saham yang tergolong hot stock mungkin memang menggiurkan. Hanya saja, investor musti menyadari betul risiko-risiko yang membayangi. 

"hot stocks dirasa cukup menarik karena ada potensi untuk mendapatkan capital gain dari saham yang outperform ini," ujar Analis Henan Putihrai Sekuritas Mayang Anggita kepada Kontan.co.id, Kamis (17/2). 

Lebih lanjut ia menjelaskan, secara umum ada dua tujuan investor bertransaksi saham yakni mendapat dividen dan capital gain. Capital gain merupakan keuntungan yang didapat dari selisih harga jual yang lebih tinggi dari harga beli. 


Baca Juga: Apa Itu Hot Stock? Berikut Penjelasan Analis

Sementara, hot stocks adalah saham yang sedang dalam kondisi high demand. Oleh karenanya, hot stocks mengalami pergerakan harga yang cukup signifikan dalam beberapa waktu terakhir. Akan tetapi dalam jangka panjang, saham-saham tersebut bisa saja melemah atau kembali menyesuaikan nilai wajarnya. 

"Hot stocks biasanya bergerak short term," ujar Mayang menekankan, Kamis (17/2). Adapun saham-saham yang tergolong hot stocks biasanya dilihat dari perkembangan volatilitas harga dan indikator volume sahamnya. 

Kendati menawarkan capital gain yang menggiurkan, risiko yang membayangi hot stocks cukup besar. Volatilitas saham yang tinggi memungkinkan saham terkena auto rejection atau bahkan dinyatakan unusual market activity (UMA). 

Baca Juga: Wall Street Tertekan Potensi Kenaikan Suku Bunga dan Konflik Ukraina

Investor perlu ekstra waspada. Dus, Mayang menyarankan agar investor memperhatikan likuiditas saham-saham hot stocks. Di sisi lain, memantau secara ketat analisa teknikal sahamnya.

"Ketika harga mulai bergerak di bawah MA10, baiknya investor menerapkan strategi trailing stop, yakni jual saham demi mengamankan profit," pungkas dia. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News