JAKARTA. Tahun ini, PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) akan mengetatkan beban keuangan dengan melakukan efisiensi, sehingga margin pendapatan bisa lebih besar. Pasalnya, tahun ini UNVR sudah mulai merasakan beban kenaikan royalti yang diminta oleh sang induk. Sancoyo Antarikso, Direktur dan Sekretaris Perusahaan UNVR menjelaskan, pihaknya berharap bisa menekan beban biaya supply chain cost (rantai distribusi) sebesar 5% demi mengimbangi beban biaya dari kenaikan royalti. Sepanjang kuartal I-2013, UNVR membukukan laba bersih Rp 1,4 triliun, naik 23% dari periode yang sama tahun lalu. Penjualan juga naik 14,7% menjadi Rp 7,6 triliun. Di tiga bulan pertama 2013 UNVR sudah menaikkan harga jual produk sekitar 5%-6%. Sancoyo mengatakan, kenaikan harga jual produk tersebut adalah strategi untuk stabilisasi keuangan lantaran beban tenaga kerja dan biaya bahan baku yang terus melonjak. "Kenaikan harga jual produk bukan kompensasi dari royalti. Harga ini strategic pricing saja," ujarnya, Kamis (2/5).
Tertekan beban royalti, UNVR berhemat
JAKARTA. Tahun ini, PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) akan mengetatkan beban keuangan dengan melakukan efisiensi, sehingga margin pendapatan bisa lebih besar. Pasalnya, tahun ini UNVR sudah mulai merasakan beban kenaikan royalti yang diminta oleh sang induk. Sancoyo Antarikso, Direktur dan Sekretaris Perusahaan UNVR menjelaskan, pihaknya berharap bisa menekan beban biaya supply chain cost (rantai distribusi) sebesar 5% demi mengimbangi beban biaya dari kenaikan royalti. Sepanjang kuartal I-2013, UNVR membukukan laba bersih Rp 1,4 triliun, naik 23% dari periode yang sama tahun lalu. Penjualan juga naik 14,7% menjadi Rp 7,6 triliun. Di tiga bulan pertama 2013 UNVR sudah menaikkan harga jual produk sekitar 5%-6%. Sancoyo mengatakan, kenaikan harga jual produk tersebut adalah strategi untuk stabilisasi keuangan lantaran beban tenaga kerja dan biaya bahan baku yang terus melonjak. "Kenaikan harga jual produk bukan kompensasi dari royalti. Harga ini strategic pricing saja," ujarnya, Kamis (2/5).