KONTAN.CO.ID-JAKARTA. Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II hingga kuartal IV 2026 diperkirakan akan bergerak di kisaran 4,9% hingga 5,1% secara tahunan (year on year/yoy) di tengah tekanan eksternal dan kebijakan suku bunga tinggi. Kepala Ekonom Bank Central Asia (BCA) David Sumual mengatakan, kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) sebesar 50 basis poin (bps) menjadi 5,25% merupakan sinyal konfirmasi kepada pasar bahwa BI tetap konsisten menjaga stabilitas nilai tukar rupiah. David mengatakan, sebelum kenaikan BI Rate diumumkan, pasar sebenarnya sudah lebih dulu mencerminkan pengetatan moneter. Hal itu terlihat dari kenaikan suku bunga Surat Berharga Negara (SBN) dan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI), sementara rupiah juga sudah mengalami pelemahan sejak awal tahun atau secara year to date (ytd).
Tertekan Faktor Eksternal & BI Rate, Ekonomi Diprediksi Tumbuh 4,9%-5,1% di Sisa 2026
KONTAN.CO.ID-JAKARTA. Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II hingga kuartal IV 2026 diperkirakan akan bergerak di kisaran 4,9% hingga 5,1% secara tahunan (year on year/yoy) di tengah tekanan eksternal dan kebijakan suku bunga tinggi. Kepala Ekonom Bank Central Asia (BCA) David Sumual mengatakan, kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) sebesar 50 basis poin (bps) menjadi 5,25% merupakan sinyal konfirmasi kepada pasar bahwa BI tetap konsisten menjaga stabilitas nilai tukar rupiah. David mengatakan, sebelum kenaikan BI Rate diumumkan, pasar sebenarnya sudah lebih dulu mencerminkan pengetatan moneter. Hal itu terlihat dari kenaikan suku bunga Surat Berharga Negara (SBN) dan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI), sementara rupiah juga sudah mengalami pelemahan sejak awal tahun atau secara year to date (ytd).