Tertekan Saat Pandemi, Bankir Harap Kredit ke Segmen Komersial Bisa Tumbuh Dua Digit



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Penyaluran kredit ke segmen komersial masih memiliki potensi untuk tumbuh di tahun ini. Selama pandemi, kredit yang bertujuan untuk membiayai kegiatan usaha perorangan atau badan usaha ini mengalami penurunan tajam.

Direktur Utama Bank Negara Indonesia (Bank BNI) Royke Tumilaar menyatakan kredit komersial bisa naik dua digit pada 2023. BNI akan mengincar perusahaan top di setiap daerah.

"Rasio kredit bermasalah untuk kredit komersial masih bagus. Begitupun ke depannya. Selama BNI bisa memilih calon debitur dengan benar," papar Royke pada KONTAN.CO.ID pada pekan lalu.


Di 2022 lalu, BNI berhasil mencatatkan pertumbuhan kredit ke segmen large commercial senilai 29,9% YoY menjadi Rp 53,1 triliun. Sedangkan total kredit yang disalurkan di 2022 naik 10,9% mencapai Rp 646,19 triliun

Baca Juga: Outstanding Restrukturisasi Kredit Covid-19 BCA Tersisa Rp 62,2 Triliun pada 2022

Direktur BCA John Kosasih menyatakan kredit komersial bisa naik 10% hingga 12% di 2023. Ia yakin akan tercapai selama perekonomian Indonesia tetap bagus.

"Sektornya sangat beragam, tidak ada yang spesifik. Di BCA, apapun kita oke. Makanya, BCA punya produk kredit multiguna usaha untuk para merchant mereka," ujar John kepada KONTAN.

Produk ini BCA tujukan bagi para mitra pelaku usaha yang membutuhkan pembiayaan modal kerja dan investasi. John menjelaskan produk ini menggabungkan model kredit investasi dan modal kerja.

"Debitur dibebaskan untuk memilih tipe pembiayaan, boleh angsuran maupun tidak. Bunganya hanya 3,06% dengan tenor bisa sampai 20 tahun. Tahun ini semoga bisa tumbuh 12% yoy," tambahnya.

Pada tahun lalu, BCA berhasil mencatatkan pertumbuhan penyaluran kredit komersial dan UKM sebesar 10,1% YoY mencapai Rp210,2 triliun Sedangkan secara total, BCA membukukan pertumbuhan kredit 11,7% YoY menjadi Rp 711,3 triliun di Desember 2022.

Sekretaris Perusahaan Bank Rakyat Indonesia (BRI) Aestika Oryza Gunarto menyatakan BRI Group telah menyalurkan kredit mencapai Rp 1.139,08 triliun pada akhir Desember 2022 dengan proporsi kredit UMKM sebesar 84,74%.

"Dari total kredit yang diberikan tersebut proporsi Kredit Komersial UMKM yang disalurkan mencapai 58,58%," jelasnya kepada KONTAN.

BRI optimis 2023 sebagai tahun ekspansi. Sehingga secara umum BRI menargetkan pertumbuhan kredit di kisaran 10% hingga 12% year on year.

Presiden Direktur Maybank Indonesia Taswin Zakaria menyebut penyaluran kredit ke segmen komersial masih melambat. Ia berkaca pada tahun lalu, segmen komersial di Maybank masih melambat.

Baca Juga: Transaksi Cash Management Perbankan Kian Melesat Berkat Digitalisasi

"Kita tidak perkirakan pertumbuhan kredit komersial yang besar di 2023. Dapat tumbuh 5% saja sudah bagus sekali," papar Taswin kepada KONTAN.

Taswin menilai perlambatan kredit ke segmen ini terjadi karena ada gangguan rantai pasok secara global. Sebab Maybank selama ini fokus melakukan pembiayan kepada pelaku usaha yang berada pada rantai pasok untuk segmen

Penyaluran kredit Maybank Indonesia untuk segmen SME plus mengalami penurunan 4,4% YoY dari Rp 5,2 triliun menjadi Rp 5,0 triliun pada tahun lalu. Sedangkan secara total, Maybank salurkan kenaikan kredit 5,9% menjadi Rp 107,8 triliun di 2022.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Tendi Mahadi