KONTAN.Co.ID - JAKARTA. Kinerja ekspor mobil Indonesia mencetak rekor tertinggi sepanjang sejarah pada 2025. Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mencatat ekspor kendaraan utuh atau completely built up (CBU) menembus 518.000 unit, atau all time high sejak industri otomotif nasional berkembang. Sekretaris Umum Gaikindo Kukuh Kumara mengatakan, capaian tersebut menjadi sinyal kuat daya saing industri otomotif Indonesia di pasar global, meski penjualan domestik masih berada dalam fase penyesuaian.
“Tahun kemarin alhamdulillah ekspor kita tembus all time high, sekitar 518.000 unit. Itu ekspor,” ujar Kukuh di Jakarta Selatan, Jumat (30/1/2026).
Baca Juga: Deretan Mobil Baru Siap Ramaikan IIMS 2026, dari Hybrid hingga SUV Listrik Ia menjelaskan, lonjakan ekspor terjadi di tengah situasi pasar global yang belum sepenuhnya stabil. Permintaan dari sejumlah negara tujuan masih cukup kuat, meskipun Gaikindo belum bisa memastikan faktor utama di balik peningkatan tersebut, termasuk kemungkinan penumpukan stok untuk mengantisipasi kondisi global. “Kita belum tahu alasan utamanya apa, tapi yang jelas ekspornya meningkat dan itu patut kita syukuri,” kata Kukuh. Capaian ekspor tersebut menjadi kontras dengan kondisi pasar domestik yang belum kembali ke level penjualan di atas 1 juta unit per tahun. Saat ini, penjualan mobil nasional masih berada di kisaran 800.000 unit, jauh lebih rendah dibandingkan periode sebelum pandemi. Menurut Kukuh, kuatnya kinerja ekspor menunjukkan bahwa basis produksi otomotif nasional masih sangat kompetitif. Indonesia dinilai telah mampu memproduksi berbagai jenis kendaraan, mulai dari mobil konvensional, kendaraan listrik, hingga kendaraan niaga. Baca Juga:
Ofero Perkuat Posisi Fondasi Brand dan Strategi Produk “Bottom line-nya, Indonesia itu sudah suasembada mobil. Mobil listrik bisa dirakit di sini, kendaraan konvensional juga punya alternatif biofuel, dan kendaraan komersial kita juga kuat,” ujarnya.
Diversifikasi pasar ekspor
Ke depan, Gaikindo bersama pemerintah terus mendorong diversifikasi pasar ekspor. Beberapa kawasan yang menjadi perhatian antara lain Amerika Latin dan Timur Tengah, seiring upaya mengurangi ketergantungan pada pasar tradisional.
Dengan rekor ekspor yang tercapai, Gaikindo menilai industri otomotif nasional memiliki fondasi yang cukup kuat untuk menjaga kinerja sepanjang 2026, di tengah ketidakpastian geopolitik dan dinamika ekonomi global yang masih berlangsung.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News