Terungkap! Beban SRAJ Melesat, Laba Usaha Anjlok lebih 45%



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kinerja keuangan PT Sejahteraraya Anugrahjaya Tbk (SRAJ) mengalami tekanan pada tahun buku 2025. 

Mengutip laporan keuangan pada Minggu (29/3/2026), SRAJ membukukan pendapatan neto sebesar Rp 2,58 triliun pada 2025, naik 10,26% dibandingkan Rp 2,34 triliun pada 2024.

Pendapatan tersebut ditopang oleh segmen rawat inap yang naik 6,12% menjadi Rp 2,08 triliun dari Rp 1,96 triliun. Sementara itu, pendapatan rawat jalan meningkat lebih tinggi sebesar 19,49% menjadi Rp 1,41 triliun dari Rp 1,18 triliun, setelah dikurangi biaya jasa tenaga ahli sebesar Rp 912,13 miliar.


Baca Juga: Sejahteraraya Anugrahjaya (SRAJ) Siapkan Capex Rp 1 Triliun-Rp 1,5 Triliun di 2026

Pada saat yang sama, beban pokok pendapatan meningkat 7,75% menjadi Rp 1,53 triliun dari Rp 1,42 triliun pada tahun sebelumnya.

Meski demikian, laba bruto juga meningkat 14,59% menjadi Rp 1,05 triliun pada 2025, dibandingkan Rp 916,44 miliar pada 2024.

Dari sisi operasional, beban penjualan naik 20,47% menjadi Rp 53,94 miliar dari Rp 44,77 miliar. Sementara itu, beban umum dan administrasi melonjak 33,84% menjadi Rp 922,33 miliar dari Rp 689,14 miliar.

Baca Juga: Dongkrak Margin 2026, Mayapada Healthcare (SRAJ) Perkuat Layanan Berstandar Global

Kenaikan beban tersebut menekan laba usaha yang turun 45,81% menjadi Rp 85,48 miliar dari Rp 157,74 miliar pada 2024.

Hingga akhir Desember 2025, rugi tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk membengkak signifikan sebesar 746,60% menjadi Rp 199 miliar pada 2025, dibandingkan rugi Rp 23,51 miliar pada 2024.

Baca Juga: Mayapada Healthcare (SRAJ) Tunjuk Kontraktor China Bangun Tower 3 Mayapada Hospital

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News