KONTAN.CO.ID - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump membeli saham SpaceX milik Elon Musk senilai hingga US$50.000 atau sekitar Rp886 juta pada Juni 2026. Investasi tersebut terungkap melalui dokumen keterbukaan finansial Trump yang ditandatangani pada 12 Agustus dan dipublikasikan pada 22 Agustus.
Reuters melaporkan, Trump membeli saham SpaceX pada 23 Juni dengan nilai antara US$15.001 hingga US$50.000 atau sekitar Rp266 juta hingga Rp886 juta.
Jumlah pastinya tidak diketahui karena pejabat federal AS diwajibkan melaporkan aset dalam bentuk rentang nilai, bukan angka investasi secara spesifik.
Baca Juga: AS hingga Indonesia, Ini 15 Negara dengan Cadangan Emas Terbesar di Bank Sentral Hubungan Finansial Baru Trump-Musk
Investasi tersebut menciptakan hubungan finansial baru antara Trump dan SpaceX pada saat pemerintahan AS mengambil sejumlah keputusan yang berpotensi memengaruhi bisnis perusahaan milik Musk tersebut. SpaceX merupakan kontraktor militer AS dan secara rutin membutuhkan persetujuan dari berbagai lembaga pemerintah federal. Pada Kamis (20/8), Trump mengarahkan pemerintahannya untuk membantu meningkatkan secara drastis jumlah peluncuran luar angkasa komersial AS. SpaceX merupakan salah satu pemain terbesar di sektor tersebut. Kondisi ini membuat investasi Trump di SpaceX menjadi perhatian karena perusahaan tersebut memiliki hubungan bisnis yang erat dengan pemerintah AS.
Baca Juga: Pemerintahan Trump Akan Tetapkan Biaya Lebih dari US$ 100.000 untuk Visa Pekerja H-1B Portofolio Trump Dikelola Pihak Ketiga
Juru bicara Gedung Putih Davis Ingle mengatakan portofolio investasi Trump dikelola secara independen oleh lembaga keuangan pihak ketiga.
Menurutnya, pengelolaan tersebut mengikuti indeks yang diakui, termasuk Schwab 1000. “Baik Presiden Trump maupun anggota keluarganya tidak memiliki kemampuan untuk mengarahkan, memengaruhi, atau memberikan masukan mengenai bagaimana portofolio tersebut diinvestasikan atau kapan investasi dibeli atau dijual,” kata Ingle kepada
Reuters. Dokumen keterbukaan finansial menunjukkan Presiden AS tersebut melakukan lebih dari 1.000 transaksi saham sepanjang bulan tersebut.
Baca Juga: Taiwan Mendakwa Pihak-Pihak Terkait Dugaan Ekspor Ilegal Server AI ke China