Terus Bertambah, Kasus Varian Omicron di Indonesia Menjadi 152



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengungkapkan, kasus varian Omicron di Indonesia bertambah menjadi 152, dari sebelumnya 136.

“Jumlah kasus Omicron di Indonesia sekarang ada 152 dan yang sudah sembuh 23 persen. Jadi, angka ini memang masih kita lihat cukup baik dibanding (negara) yang lain,” katanya, Senin (3/1), dikutip dari laman setkab.go.id.

Saat ini, Luhut menyebutkan, varian Omicron telah terdeteksi di 132 negara termasuk di Indonesia. Jumlah kasus di tanah air mencapai 152 menempatkan Indonesia di urutan ke-40.


Hanya, dia tidak mengungkapkan secara detai tambahan kasus varian Omicron di Indonesia.

Baca Juga: Luhut: Sudah Menyebar, Tak Mungkin Omicron Tidak Ada di Tengah Masyarakat

Meskipun demikian, Luhut memastikan, kesiapan pemerintah dalam mencegah meluasnya penyebaran varian Omicron di Indonesia lebih baik  dibanding saat menghadapi varian Delta.

“Semua yang diperlukan, dibutuhkan untuk itu kami sudah siapkan. Jadi jauh lebih siap. Saya ulangi, jauh lebih siap dari kejadian pada Juni tahun lalu. Dokter juga lebih siap,” tegasnya.

Sesuai arahan Presiden Jokowi, Luhut mengatakan, pemerintah akan memperketat pengawasan karantina bagi pelaku perjalanan luar negeri sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

“Kita tidak bisa memberikan diskresi-diskresi kebanyakan lagi karena kita hanya mengacu pada Instruksi Mendagri yang ada saja. Karena kalau tidak, tadi Presiden mengingatkan kita, nanti kita tidak disiplin,” ujar dia.

Baca Juga: Kasus Omicron Bertambah, Jokowi: Jangan Ada Lagi Dispensasi Karantina

Luhut menambahkan, disiplin adalah kunci dalam pengendalian varian Omicron. Berbagai negara yang mengalami lonjakan kasus varian sangat menular ini karena masalah disiplin, terutama dalam menerapkan protokol kesehatan.

“Disiplin pemakaian masker, disiplin masalah vaksin, disiplin cuci tangan, dan seterusnya. Jadi, kata kunci adalah disiplin,” kata Luhut.

Dia menilai, Indonesia memiliki tingkat kedisiplinan yang lebih tinggi dalam penerapan protokol kesehatan, terutama penggunaan masker ketimbang sejumlah negara yang mengalami lonjakan kasus varian Omicron.

Selain itu, evaluasi rutin yang terus pemerintah lakukan terhadap perkembangan dan penanganan pandemi COVID-19 juga berperan penting dalam pengendalian wabah Covid-19. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: S.S. Kurniawan