KONTAN.CO.ID-JAKARTA. Surplus neraca perdagangan Indonesia diproyeksikan terus menyusut hingga akhir 2026. Kepala Ekonom Bank Central Asia (BCA) David Sumual memperkirakan surplus perdagangan Indonesia pada akhir tahun ini hanya tersisa sekitar US$ 18 miliar. David bilang, masih terdapat sejumlah faktor yang dapat menopang kinerja ekspor Indonesia hingga penghujung tahun. Salah satunya adalah tingginya harga komoditas, terutama crude palm oil (CPO) dan batubara, di tengah ketegangan geopolitik di Timur Tengah. "Selama ketegangan di Timur Tengah masih terjadi, nilai ekspor CPO dan batubara masih akan relatif tinggi sehingga menopang surplus," ujarnya kepada Kontan, Senin (2/11/2026).
Terus Menyusut, Ekonom Proyeksi Surplus Neraca Dagang US$ 18 Miliar di Akhir 2026
KONTAN.CO.ID-JAKARTA. Surplus neraca perdagangan Indonesia diproyeksikan terus menyusut hingga akhir 2026. Kepala Ekonom Bank Central Asia (BCA) David Sumual memperkirakan surplus perdagangan Indonesia pada akhir tahun ini hanya tersisa sekitar US$ 18 miliar. David bilang, masih terdapat sejumlah faktor yang dapat menopang kinerja ekspor Indonesia hingga penghujung tahun. Salah satunya adalah tingginya harga komoditas, terutama crude palm oil (CPO) dan batubara, di tengah ketegangan geopolitik di Timur Tengah. "Selama ketegangan di Timur Tengah masih terjadi, nilai ekspor CPO dan batubara masih akan relatif tinggi sehingga menopang surplus," ujarnya kepada Kontan, Senin (2/11/2026).