Terus Perkuat Strategi Omnichannel, Pendapatan Blibli (BELI) Tumbuh 67%



KONTAN.CO.ID - PT Global Digital Niaga Tbk (BELI) atau Blibli mencatatkan kinerja positif di kuartal I 2026. Pendapatan perseroan melesat hingga dua digit, disertai pertumbuhan di seluruh lini bisnis dan efisiensi biaya yang lebih baik. 

Pendapatan neto konsolidasian bertumbuh 67% year on year (yoy) dari Rp4.694 miliar menjadi Rp7.835 miliar. Peningkatan kinerja seluruh segmen usaha, terutama Institusi dan Toko Fisik, yang didukung oleh peningkatan penjualan smartphone, menopang pencapaian ini. 

Take rate meningkat jauh secara tahunan dari 9,0% menjadi 9,9%, didukung peningkatan take rate terutama pada segmen Ritel 1P dan Institusi. Hal ini merupakan hasil dari pertumbuhan Laba Bruto Sebelum Diskon (Gross Profit Before Discount/GPBD) sebesar 21% yoy.


“Kami memulai tahun 2026 dengan momentum yang solid, melanjutkan tren positif dari kuartal sebelumnya. Hasil kuartal pertama kami mencerminkan kelanjutan dari eksekusi strategi kami, di mana ini menghasilkan pertumbuhan pendapatan dua digit yang kuat serta peningkatan lebih jauh pada take rate dan marjin secara keseluruhan. Pada saat bersamaan, kami berhasil mendorong peningkatan kinerja profitabilitas secara signifikan, menggarisbawahi fokus kami pada eksekusi secara disiplin dan berkelanjutan,” tutur Kusumo Martanto, CEO & Co-Founder Blibli, dalam keterangan resmi pada Kamis (30/4). 

Struktur biaya yang lebih baik tercermin dari lebih rendahnya persentase beban operasional konsolidasian terhadap TPV dari 7,3% menjadi 6,4% secara tahunan. Hal ini menghasilkan peningkatan kinerja persentase EBITDA konsolidasian terhadap TPV sebesar 200 bps yoy. 

“Pendapatan neto tumbuh pesat sebesar 67% yoy, mencerminkan peningkatan monetisasi omnichannel dan eksekusi ekosistem yang solid, sementara pengendalian biaya yang lebih ketat mendorong peningkatan efisiensi yang berarti. Hal ini menghasilkan penurunan kerugian operasional yang signifikan dan peningkatan substansial dalam kinerja persentase EBITDA terhadap TPV kami menjadi 0,6%, yang menggarisbawahi penguatan unit ekonomis dan operating leverage di mana kami terus melangkah maju menuju peta jalan profitabilitas kami,” imbuh Ronald Winardi, CFO Blibli, dalam keterangan tertulis.

Dengan strategi omnichannel, BELI terus memperkuat sinergi antara Blibli, tiket.com, Ranch Market, dan Dekoruma. Di antaranya, untuk mendorong jumlah pengguna yang bertransaksi, integrasi ekosistem semakin ditingkatkan dengan perluasan fitur Blibli Affiliate ke platform tiket.com. 

Pada kuartal I 2026, Blibli telah menambah 35 toko baru untuk memperluas segmen toko fisik. Dengan penambahan tersebut, hingga akhir Maret 2026, perseroan telah mengoperasikan 295 toko elektronik konsumen, 9 toko elektronik rumah tangga, dan 1 toko fesyen & olahraga. Selain itu, Blibli juga mengelola 58 gerai supermarket premium dan 37 home and living experience centers.

Untuk meningkatkan kenyamanan pelanggan, Blibli menawarkan layanan pengiriman 2-jam-sampai di 40 kota di seluruh Indonesia. Layanan ini didukung 15 gudang serta 19 pusat distribusi yang memperkuat kemampuan logistik dan pemenuhan pesanan. 

“Layanan pemenuhan terintegrasi kami di bawah usaha FAS (Fulfillment at Speed) semakin mendapatkan daya tarik sebagai penggerak utama model omnichannel kami, sementara inisiatif integrasi ekosistem mendorong keterlibatan yang lebih tinggi di seluruh platform. Secara paralel, kami memanfaatkan AI untuk meningkatkan penemuan produk dan pengambilan keputusan pelanggan, mendukung konversi yang lebih tinggi dan produktivitas pada platform,” ujar Kusumo. 

Lebih lanjut Kusumo mengungkapkan optimisme Blibli untuk mencapai target tahun 2026. Menurutnya, perseroan memiliki kapabilitas yang lebih kuat lintas SDM, teknologi, dan infrastruktur. Keunggulan tersebut yang dikombinasikan dengan kolaborasi seluruh ekosistem Blibli akan menjadi fondasi kokoh untuk menjalankan strategi perseroan. 

“Tujuan ke depan jelas: meningkatkan kemampuan omnichannel kami, memperdalam integrasi ekosistem, dan terus meningkatkan kinerja profitabilitas seiring terus mendorong nilai jangka panjang bagi para pemegang saham,” pungkas Kusumo. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News