KONTAN.CO.ID - Kabar positif datang dari sektor bahan baku kendaraan listrik. Produsen grafit asal Australia Syrah Resources mengumumkan bahwa Tesla telah mencabut pemberitahuan niat untuk mengakhiri kontrak pasokan grafit antara kedua perusahaan. Sebelumnya, Tesla mengancam akan menghentikan kerja sama tersebut setelah menilai adanya masalah kualitas pada sampel bahan anoda grafit yang diproduksi Syrah.
Baca Juga: Harga Emas Dunia Terkoreksi Senin (1/6), Pasar Tunggu Keputusan Trump soal Iran Namun, Tesla kini menerima bahwa Syrah telah berhasil memproduksi sampel yang memenuhi spesifikasi yang dipersyaratkan. Melansir
Reuters dalam kontrak yang ditandatangani pada 2021, Syrah berkomitmen memasok 8.000 metrik ton material anoda grafit selama empat tahun dari fasilitas pengolahannya di Vidalia, Louisiana, Amerika Serikat. Kabar tersebut langsung disambut positif oleh pasar. Saham Syrah melonjak hingga 41,4% ke level A$0,140 per saham pada perdagangan Senin (1/6/2026), sekaligus menjadi level tertinggi sejak 24 Maret.
Baca Juga: Goldman Sachs: Rebalancing Indeks China Berpotensi Picu Arus Dana Pasif US$ 48 Miliar Jika bertahan hingga penutupan perdagangan, kenaikan ini akan menjadi performa harian terbaik saham Syrah sejak Oktober 2023. Meski demikian, analis Senior Investment Adviser Shaw and Partners Craig Sidney mengingatkan bahwa sejumlah risiko masih membayangi perusahaan. Menurutnya, Syrah masih harus menyelesaikan tahap kualifikasi akhir agar pasokan material anoda grafit dari fasilitas Vidalia benar-benar memenuhi seluruh persyaratan Tesla. "Pergerakan hari ini memang positif, tetapi berangkat dari basis valuasi yang sangat rendah. Volume transaksi juga sangat tinggi seperti yang diperkirakan," ujar Sidney. Ia menambahkan volatilitas saham Syrah kemungkinan masih tinggi dalam jangka pendek karena sebagian investor berpotensi merealisasikan keuntungan, sementara aksi jual untuk tujuan pengurangan pajak (tax loss selling) juga dapat terjadi menjelang akhir tahun fiskal.
Baca Juga: Ekspor Korea Selatan Melonjak ke Level Tertinggi dalam 40 Tahun Berkat Ledakan AI Sebagai informasi, pada Juli 2025 Tesla menerbitkan pemberitahuan wanprestasi (default notice) kepada Syrah. Tesla menilai sampel active anode material (AAM) yang dikirim dari fasilitas Vidalia belum memenuhi standar yang disepakati. Fasilitas Vidalia sendiri merupakan satu-satunya produsen material anoda grafit skala besar yang terintegrasi secara vertikal di luar China, sehingga memiliki posisi strategis dalam rantai pasok baterai kendaraan listrik global.
Dalam keterbukaan informasi kepada bursa Australia (ASX), Syrah menyatakan Tesla mengakui perusahaan telah menunjukkan kemajuan yang memadai dan berhasil menghasilkan sampel AAM yang sesuai spesifikasi.
Baca Juga: Harga Rumah Australia Mandek pada Mei, Kenaikan Suku Bunga Mulai Tekan Pasar Properti Namun, Tesla tetap mempertahankan haknya untuk mengakhiri perjanjian apabila produk dari fasilitas Vidalia gagal memenuhi persyaratan kualifikasi akhir. Sebelumnya, pada Maret lalu kedua perusahaan sepakat memperpanjang tenggat penyelesaian sengketa kualitas tersebut untuk keempat kalinya hingga 1 Juni 2026.