KONTAN.CO.ID - BEIJING. Tesla dan delapan produsen mobil lainnya akan menarik kembali sekitar 4,3 juta kendaraan di China karena masalah pada sistem pintu yang berpotensi menyulitkan penumpang keluar dalam kondisi darurat. Penarikan tersebut menjadi aksi
recall otomotif terbesar yang pernah dilakukan di China. Langkah perbaikan yang dilakukan para produsen bervariasi, mulai dari pembaruan perangkat lunak, pemasangan label peringatan, hingga pemberian tanda yang lebih jelas di sekitar pegangan pintu. China meningkatkan pengawasan terhadap industri kendaraan listrik (EV) sepanjang tahun ini dan memperketat standar keselamatan. Langkah tersebut dilakukan ketika produsen otomotif terlibat dalam perang harga yang ketat sembari terus meluncurkan teknologi baru di pasar kendaraan terbesar di dunia.
Baca Juga: Hujan Deras Melanda Taiwan Selatan, Kantor dan Sekolah Ditutup China bahkan berencana melarang penggunaan pegangan pintu tersembunyi (concealed door handles) mulai 2027. Kebijakan tersebut menjadikan China sebagai negara pertama yang menghapus desain pegangan pintu yang dipopulerkan Tesla dan kemudian banyak digunakan produsen EV lokal. Tesla belum segera memberikan komentar atas recall tersebut. Geely dan Xpeng juga menolak berkomentar, sementara Xiaomi mengatakan tidak memiliki informasi tambahan selain pemberitahuan regulator. Leapmotor mengatakan tetap berkomitmen terhadap keselamatan pengguna. Perusahaan menjelaskan perbaikan yang dilakukan hanya berupa pemasangan label peringatan dan peningkatan perangkat lunak pengendali jendela listrik. Namun, Leapmotor menyebut langkah tersebut tetap dicatat dan diproses sebagai recall sesuai ketentuan regulator sebagai bentuk tanggung jawab kepada pengguna.
Pegangan Pintu Jadi Sorotan
Sebagian besar penarikan kendaraan tersebut dikategorikan sebagai product recall berdasarkan regulasi China. Masalah utamanya berkaitan dengan pegangan pelepas pintu mekanis darurat yang dinilai regulator sulit ditemukan atau dioperasikan ketika terjadi kecelakaan. Masalah tersebut menjadi sorotan setelah beberapa kasus penumpang dilaporkan terjebak di dalam kendaraan yang terbakar.
Baca Juga: Maskapai Murah di Asia Tenggara Mulai Tertekan, Terjepit Harga BBM dan Daya Beli Media pemerintah China pada Oktober lalu melaporkan pengemudi sedan Xiaomi SU7 meninggal setelah mengalami kecelakaan dan kebakaran. Pengemudi tersebut dilaporkan tidak dapat segera dikeluarkan karena orang-orang di sekitar lokasi kesulitan membuka pintu kendaraan. Skala recall kali ini mencerminkan besarnya jumlah kendaraan yang beroperasi di China sekaligus meningkatnya pengawasan regulator terhadap cacat keselamatan, terutama ketika kendaraan semakin bergantung pada perangkat lunak. Para produsen, termasuk Tesla dan Xiaomi, akan memasang label peringatan secara gratis untuk menunjukkan lokasi pegangan pintu. Sebagian besar produsen juga akan melakukan pembaruan perangkat lunak secara over-the-air (OTA) atau jarak jauh.
Tesla Recall Hampir 3 Juta Mobil
Tesla mencatat recall terbesar dalam aksi penarikan kali ini. Hal tersebut sejalan dengan banyaknya kendaraan Tesla yang menggunakan jenis pegangan pintu tersebut. Berdasarkan pernyataan regulator China, State Administration for Market Regulation (SAMR), Tesla akan menarik sekitar 2,98 juta kendaraan impor maupun produksi China yang terdiri dari Model 3, Model Y, Model S dan Model X. Penarikan tersebut akan dimulai pada 25 September 2026.
Baca Juga: Daftar Perusahaan dengan Pendapatan Terbesar di Dunia 2026 Regulator mengatakan pegangan pintu mekanis darurat pada kendaraan Tesla dapat sulit dikenali setelah tabrakan parah yang menyebabkan kegagalan sistem kelistrikan. Kondisi ini berpotensi menghambat penumpang untuk keluar dari kendaraan maupun menyulitkan penyelamat membuka pintu dari luar. Sebagai solusi, Tesla akan memasang label peringatan dan mengirimkan pembaruan perangkat lunak secara jarak jauh. Pembaruan tersebut akan membuat jendela kendaraan turun secara otomatis setelah terjadi tabrakan. Selain Tesla, Xiaomi, Leapmotor, Xpeng dan Geely Holding juga mengumumkan recall terbesar sepanjang sejarah masing-masing berdasarkan pengajuan kepada SAMR. Xiaomi akan menarik sekitar 390.000 kendaraan, Leapmotor sekitar 371.000 kendaraan, sementara Xpeng sekitar 264.000 kendaraan. Produsen lain yang mengajukan recall kepada regulator melakukan penarikan dalam jumlah yang jauh lebih kecil.
Biaya Recall Diperkirakan Terbatas
Sam Fiorani, Vice President Research di AutoForecast Solutions, menilai biaya penarikan kendaraan kali ini kemungkinan relatif terbatas. Menurutnya, teknologi pembaruan perangkat lunak OTA memungkinkan produsen mengurangi biaya dan waktu kendaraan harus menjalani proses recall. Bahkan, pekerjaan fisik yang diperlukan juga diperkirakan tidak mahal dibandingkan aksi penarikan besar pada masa lalu.
Pegangan pintu tersembunyi yang dapat dibuka menggunakan key fob, smartphone, atau panel sensitif sentuhan juga menjadi perhatian regulator di Amerika Serikat. Bulan lalu, National Highway Traffic Safety Administration (NHTSA) menyatakan akan mempertimbangkan standar keselamatan baru untuk mengatasi risiko penumpang terjebak di dalam kendaraan ketika terjadi kegagalan daya listrik.
Baca Juga: Harga Emas Capai Level Tertinggi 3 Bulan, Jelang Data Inflasi & Pidato Ketua The Fed Namun, NHTSA pada Jumat (21/8/2026) mengatakan belum ada produsen otomotif yang memberitahukan rencana melakukan recall serupa untuk pasar Amerika Serikat.