KONTAN.CO.ID - BEIJING. Tesla dan delapan produsen mobil lainnya menyatakan akan menarik kembali (
recall) total sekitar 4,3 juta kendaraan di China karena kekhawatiran bahwa pintu mungkin sulit dibuka dalam situasi darurat; langkah ini menandai penarikan kembali kendaraan otomotif terbesar di negara tersebut. Mengutip
Reuters, Sabtu (22/8/2026) tindakan perbaikan dalam
recall ini bervariasi, mulai dari pembaruan perangkat lunak hingga pemasangan label peringatan dan peningkatan penandaan di sekitar gagang pintu. Tahun ini, Beijing telah meningkatkan pengawasan terhadap industri kendaraan listrik (EV) dan menerapkan persyaratan keselamatan yang lebih ketat, seiring dengan langkah para produsen mobil—yang terlibat dalam perang harga sengit—dalam meluncurkan berbagai teknologi di pasar kendaraan terbesar di dunia ini.
China juga menyatakan akan melarang penggunaan gagang pintu tersembunyi mulai tahun 2027, menjadikannya negara pertama yang secara bertahap menghentikan penggunaan desain yang dipopulerkan oleh Tesla dan banyak diadopsi oleh produsen kendaraan listrik dalam negeri China.
Baca Juga: AS Berencana Lunasi Sebagian Utang ke PBB, Akan Bayar US$ 725 Juta Tesla tidak segera menanggapi permintaan komentar, sementara Geely dan Xpeng menolak berkomentar. Xiaomi menyatakan tidak memiliki informasi tambahan di luar pemberitahuan dari pihak regulator. Leapmotor menyatakan berkomitmen terhadap keselamatan. Perusahaan tersebut menyebutkan bahwa peningkatan yang dilakukan hanya melibatkan pemasangan label peringatan dan pembaruan perangkat lunak kontrol jendela elektrik, namun mereka tetap "mengelola dan mengajukan proses ini sesuai dengan prosedur penarikan kembali sebagai bentuk tanggung jawab terhadap pengguna kami". Sebagian besar tindakan tersebut—yang diklasifikasikan sebagai penarikan kembali produk berdasarkan peraturan Tiongkok—menyasar gagang pelepas pintu mekanis darurat. Regulator menilai gagang tersebut mungkin sulit ditemukan atau dioperasikan saat terjadi kecelakaan; sebuah cacat yang memicu sorotan tajam setelah beberapa kasus penumpang terjebak di dalam kendaraan yang terbakar. Media pemerintah China melaporkan pada bulan Oktober bahwa pengemudi sedan Xiaomi SU7 tewas setelah mengalami kecelakaan dan kebakaran karena orang-orang di sekitar lokasi kejadian tidak dapat membuka pintu untuk mengeluarkannya.
Label Peringatan dan Perbaikan Perangkat Lunak
Skala penarikan kembali (
recall) ini mencerminkan besarnya populasi kendaraan di Tiongkok serta pengawasan regulator yang semakin ketat terhadap cacat keselamatan seiring dengan semakin banyaknya kendaraan yang mengandalkan perangkat lunak. Produsen mobil, termasuk Tesla dan Xiaomi, akan memasang label peringatan secara gratis untuk mempermudah identifikasi gagang pintu, sementara sebagian besar juga akan meluncurkan pembaruan perangkat lunak secara nirkabel (over-the-air atau jarak jauh). Penarikan kembali oleh Tesla merupakan yang terbesar, mencerminkan banyaknya jumlah kendaraan yang telah mereka jual dengan jenis gagang pintu tersebut. Langkah ini mencakup 2,98 juta kendaraan Model 3, Model Y, Model S, dan Model X—baik yang diimpor maupun buatan China—yang akan ditarik kembali mulai 25 September, sebagaimana disampaikan perusahaan kepada Administrasi Negara untuk Regulasi Pasar (SAMR) menurut pernyataan regulator tersebut.
Baca Juga: Iran Ancam Akan Memberi Respons Militer Terhadap Sanksi AS Produsen mobil asal AS itu menyatakan bahwa gagang pintu darurat mekanis mungkin sulit dikenali setelah terjadi tabrakan hebat dan kegagalan sistem kelistrikan, yang berpotensi menghambat upaya penyelamatan diri penumpang atau akses bagi petugas penyelamat. Solusi yang ditawarkan Tesla mencakup pemasangan label peringatan dan pembaruan jarak jauh yang secara otomatis menurunkan kaca jendela kendaraan setelah terjadi tabrakan. Selain Tesla dan Xiaomi, Leapmotor, Xpeng, dan Geely Holding juga mengumumkan penarikan kembali kendaraan dalam jumlah terbesar yang pernah mereka lakukan, berdasarkan laporan yang mereka ajukan ke SAMR. Xiaomi akan menarik kembali sekitar 390.000 kendaraan, Leapmotor sekitar 371.000, dan Xpeng sekitar 264.000. Perusahaan-perusahaan lain yang melapor kepada regulator tersebut melakukan penarikan kembali dalam jumlah yang jauh lebih kecil. Biaya untuk tindakan-tindakan ini mungkin tidak terlalu besar, ujar Sam Fiorani, wakil presiden perusahaan riset AutoForecast Solutions.
"Pembaruan perangkat lunak modern secara nirkabel mengurangi biaya dan waktu henti (downtime) yang biasanya terkait dengan penarikan kembali berskala besar; bahkan pekerjaan fisik yang diperlukan pun tidak akan memakan banyak biaya dibandingkan dengan penarikan kembali besar-besaran di masa lalu," ujarnya. Gagang pintu tersebut—yang dapat dibuka menggunakan key fob (kunci elektronik), ponsel pintar, atau panel sentuh— ...juga telah memicu sorotan dari regulator AS. Bulan lalu, Badan Keselamatan Lalu Lintas Jalan Raya Nasional (NHTSA) AS menyatakan akan mempertimbangkan standar keselamatan baru untuk mengatasi risiko penumpang terjebak di dalam kendaraan saat terjadi kegagalan daya listrik. Pada Jumat malam, NHTSA menyatakan bahwa pihak produsen mobil belum memberi tahu badan tersebut mengenai rencana untuk melakukan penarikan kembali (recall) serupa bagi pasar AS.