Tesla Kembangkan Mobil Sport dengan Teknologi Roket, Siap Produksi 2028



KONTAN.CO.ID – SAN FRANCISCO. Tesla kembali memperkenalkan mobil sport listrik Roadster generasi terbaru dengan teknologi pendorong menyerupai roket yang dikembangkan bersama SpaceX.

Mobil tersebut dipamerkan pada Kamis (15/10/2026) waktu setempat, dengan target produksi mulai 2028 setelah mengalami penundaan selama lebih dari satu dekade sejak versi generasi berikutnya pertama kali diperkenalkan.

Mobil dua penumpang berwarna putih itu dikembangkan melalui kolaborasi dengan perusahaan roket milik CEO Tesla, Elon Musk, yakni SpaceX. Dalam demonstrasi di hadapan penggemar dan investor, Roadster memperlihatkan sejumlah manuver ekstrem, termasuk melaju terbalik di lintasan menggunakan sistem isap, berputar di udara, serta mendarat dengan bantuan pendorong yang terpasang pada kendaraan.


Dalam demonstrasi berikutnya, mobil tersebut menggunakan pendorong untuk melompati sebuah truk dan kendaraan lain, sembari melakukan gerakan memutar di udara.

Kolaborasi Tesla dan SpaceX juga memunculkan spekulasi bahwa Musk tengah meningkatkan minat terhadap kemungkinan penggabungan kedua perusahaan yang berada di bawah kendalinya. Gagasan tersebut sebelumnya telah menjadi bahan pembahasan, termasuk terkait potensi sinergi di antara keduanya.

Baca Juga: Rudal Hantam Bandara Yaman, Arab Saudi Cegat Serangan ke Pusat Ekspor Minyak

Peluncuran Roadster terbaru menjadi ajang bagi Tesla untuk kembali menampilkan mobil andalannya setelah bertahun-tahun menghadapi penundaan jadwal produksi. Namun, peluncuran ini berlangsung ketika perusahaan mengalihkan fokus ke teknologi kendaraan otonom dan robotika. Tesla juga dijadwalkan mengumumkan kinerja keuangan kuartal III pada 21 Oktober 2026.

Gene Munster, mitra pengelola Deepwater Asset Management yang merupakan investor Tesla, menilai demonstrasi tersebut lebih menonjolkan kemampuan rekayasa ketimbang manfaat komersial.

"Ini adalah unjuk kemampuan rekayasa tanpa nilai komersial selain mempermalukan produsen mobil tradisional," kata Munster melalui platform media sosial X.

Ia juga menilai acara tersebut memperlihatkan alasan Musk ingin menyatukan kedua perusahaan.

"Acara Roadster ini menjadi contoh terbaru mengapa Elon tidak sabar untuk menyatukan Tesla dan SpaceX," ujar Munster.

Musk sebelumnya juga pernah mengecilkan arti penting Roadster bagi keuangan Tesla. Pada 2023, ia menyebut proyek tersebut sebagai "situasi yang tidak terlalu penting" dan mengatakan bahwa mobil itu tidak akan memberikan dampak finansial yang signifikan bagi perusahaan.

Meski demikian, Roadster tetap memiliki nilai simbolis bagi Tesla.

Analis Morningstar, Seth Goldstein, dalam catatannya pada bulan lalu menyebut Tesla saat ini belum memiliki mobil unggulan berperforma tinggi yang dirancang untuk memperlihatkan kemampuan terbaik perusahaan dalam hal rekayasa dan teknologi.

"Tesla saat ini belum memiliki mobil unggulan atau kendaraan mewah berperforma tinggi yang dirancang untuk menampilkan kemampuan terbaik produsen mobil dalam bidang rekayasa dan teknologi. Roadster akan menjadi mobil unggulan baru Tesla," tulis Goldstein.

Demonstrasi tersebut mendapat respons antusias dari penonton yang hadir secara langsung maupun menyaksikannya melalui media sosial.

Sawyer Merritt, investor sekaligus penggemar Tesla, mengungkapkan kekagumannya terhadap peluncuran tersebut melalui X.

"Itu adalah demonstrasi produk paling gila yang pernah saya lihat," tulis Merritt.

"Saya baru saja menyaksikannya secara langsung dan masih bertanya-tanya bagaimana mungkin ini bukan hasil AI," tambahnya.

Baca Juga: Baru Menjabat Kurang dari Sepekan, Jubir Gedung Putih Katie Zacharia Dipecat

Tesla Roadster Punya Varian dengan Setoran hingga US$ 250.000

Dalam acara yang digelar di lokasi pengujian SpaceX di McGregor, Texas, Musk dan jajaran eksekutif Tesla tidak mengumumkan harga jual resmi Roadster generasi terbaru. Hampir satu dekade lalu, Tesla sempat menyebut harga dasar kendaraan tersebut sebesar US$ 200.000.

Namun, halaman pemesanan Roadster di situs Tesla setelah acara pada Kamis menampilkan sejumlah varian dengan ketentuan uang muka berbeda.

Varian Performance mensyaratkan uang muka sebesar US$ 50.000. Sementara itu, varian Thrust, yang dilengkapi pendorong untuk akselerasi, mensyaratkan uang muka US$ 250.000.

Tesla juga memperkenalkan varian Rocket yang hanya tersedia melalui undangan. Model ini digambarkan sebagai kendaraan satu penumpang dengan sistem penerbangan lengkap.

Belum ada rincian lebih lanjut mengenai harga akhir masing-masing varian maupun jadwal pengiriman kepada konsumen.

Akselerasi di Bawah Satu Detik, Kecepatan Tembus 370 Km/Jam

Kepala Rekayasa Kendaraan Tesla, Lars Moravy, mengatakan Roadster terbaru mampu berakselerasi dari posisi diam hingga 60 mil per jam atau sekitar 97 kilometer per jam dalam waktu kurang dari satu detik.

Mobil tersebut juga diklaim mampu mencapai kecepatan maksimum lebih dari 230 mil per jam atau sekitar 370 kilometer per jam.

Musk bahkan menyiratkan bahwa kemampuan kecepatan mobil itu berpotensi melampaui angka tersebut.

"Jelas jauh lebih cepat dari itu," kata Musk.

"Saya rasa kita harus mencapai lebih dari setengah kecepatan suara," lanjutnya.

Selain performa kecepatan, Roadster diklaim mampu menempuh jarak lebih dari 300 mil atau sekitar 480 kilometer dalam sekali pengisian daya baterai.

Meski demikian, jarak tempuh tersebut masih kurang dari separuh target yang pernah dijanjikan Musk pada 2017. Saat pertama kali memperkenalkan prototipe Roadster generasi kedua pada tahun tersebut, Tesla menargetkan pengiriman kendaraan mulai 2020.

Roadster generasi pertama diluncurkan pada 2008 dan dipasarkan hingga 2012. Kendaraan tersebut merupakan mobil listrik pertama Tesla yang menggunakan sasis Lotus Elise. Kehadirannya turut mengubah persepsi pasar terhadap potensi mobil listrik sebagai kendaraan berperforma tinggi.

Baca Juga: Dolar AS Melemah, Pasar Mulai Ragu The Fed Bakal Naikkan Suku Bunga

Setelah itu, Tesla mengembangkan berbagai model kendaraan, termasuk SUV Model Y dan Model X serta sedan Model S dan Model 3.

Tesla Alihkan Fokus ke Robotika dan Kendaraan Otonom

Peluncuran Roadster generasi kedua berlangsung di tengah perubahan strategi Tesla yang semakin berorientasi pada kecerdasan buatan, teknologi berkendara otonom, dan robotika.

Perusahaan kini tidak hanya berfokus memproduksi mobil listrik yang dikendarai manusia, tetapi juga mengembangkan teknologi kendaraan tanpa pengemudi dan robot humanoid.

Pada tahun ini, Tesla menghentikan penjualan Model S dan Model X untuk menyediakan ruang produksi bagi robot humanoid Optimus. Perusahaan juga meluncurkan Cybercab, taksi robot dua penumpang yang tidak dilengkapi kendali manual konvensional, seperti setir, pedal, dan kaca spion.

Perubahan arah bisnis tersebut membuat peluncuran Roadster tidak hanya menjadi ajang unjuk teknologi, tetapi juga berlangsung ketika investor menantikan bukti kinerja keuangan Tesla.

Tesla dijadwalkan merilis laporan keuangan kuartal III pada 21 Oktober 2026. Kinerja penjualan jajaran mobil listrik Tesla yang semakin menua telah mengalami penurunan selama dua tahun terakhir, meskipun kenaikan harga bahan bakar membantu mendorong pengiriman kendaraan pada kuartal III.

Josh Gilbert, analis utama Asia-Pasifik di platform perdagangan eToro, menilai investor akan lebih memperhatikan kemampuan Tesla menghasilkan keuntungan dan arus kas dibandingkan demonstrasi produk terbaru.

"Angka margin dan arus kas akan jauh lebih menentukan bagi investor dibandingkan apa pun yang mereka lihat dalam acara peluncuran tersebut," kata Gilbert.