Tesla Mulai Kirim Truk Listrik Semi, Bidik Pasar Angkutan Jarak Jauh



KONTAN.CO.ID - SAN FRANCISCO. Tesla mulai melakukan pengiriman truk listrik Semi kepada kelompok pelanggan pertama pada pekan ini. Pengiriman tersebut menandai langkah baru Tesla untuk memperluas bisnis kendaraan listriknya ke pasar angkutan barang komersial.

Para eksekutif Tesla menyampaikan perkembangan tersebut dalam acara yang digelar di pabrik perusahaan di Sparks, Nevada, Amerika Serikat (AS), pada Kamis (24/9). Pengiriman Semi dilakukan hampir sembilan tahun setelah CEO Tesla Elon Musk pertama kali memperkenalkan truk listrik tersebut.


Semi dirancang untuk kebutuhan angkutan barang jarak jauh. Kehadiran truk ini memperluas pasar Tesla yang selama ini lebih dikenal melalui produk sedan dan sport utility vehicle (SUV) listrik.

Langkah tersebut dilakukan ketika harga diesel di AS melonjak ke level tertinggi sepanjang masa. Kondisi itu berpotensi meningkatkan perhatian pelaku industri logistik terhadap kendaraan listrik sebagai alternatif truk berbahan bakar diesel.

Baca Juga: Banyak Warga Asing, Populasi Singapura Capai Rekor 6,21 Juta Jiwa

Tesla belum mengungkapkan target volume produksi maupun harga jual truk Semi dalam acara yang disiarkan melalui webcast tersebut. Namun, perusahaan kembali menegaskan rencana untuk memproduksi sebanyak 50.000 unit Semi per tahun di pabrik Nevada.

Elon Musk Dorong Pemesanan Tesla Semi

Elon Musk tidak menghadiri acara tersebut secara langsung. Namun, dalam pesan video yang direkam sebelumnya, Musk mendorong calon pelanggan untuk segera melakukan pemesanan.

"Saya menyarankan untuk melakukan lebih banyak pemesanan jika Anda belum melakukannya, tetapi daftar tunggunya sudah cukup panjang," ujar Musk.

Sejumlah pelanggan Tesla, termasuk PepsiCo, DHL, dan US Foods, hadir dalam acara tersebut. Truk Semi dengan logo perusahaan-perusahaan tersebut juga terlihat diparkir di luar fasilitas Tesla.

Tesla menawarkan dua pilihan jarak tempuh untuk Semi. Varian jarak jauh yang membawa muatan penuh diklaim mampu menempuh perjalanan hingga 500 mil atau sekitar 805 kilometer dalam sekali pengisian daya.

"Itu adalah 500 mil dalam kondisi nyata. Pelanggan kami telah memvalidasinya," kata Dan Priestley, Direktur Teknik Truk Semi Tesla.

Sementara itu, varian standar Semi memiliki jarak tempuh sekitar 325 mil atau 523 kilometer dalam sekali pengisian daya.

Baca Juga: FCGF 2026, Begini Proyeksi Hubungan ASEAN dan China dalam 5 Tahun ke Depan

Produksi Tesla Semi Sempat Tertunda

Tesla pertama kali memperkenalkan Semi pada 2017. Saat itu, produksi truk listrik tersebut ditargetkan dimulai pada 2019.

Namun, rencana tersebut mengalami penundaan. Truk Semi pertama akhirnya keluar dari lini produksi bervolume tinggi pada April 2026, sementara produksi massal ditargetkan dimulai pada tahun ini.

Dalam surat kepada pemegang saham pada Juli 2026, Tesla menyatakan produksi Semi akan dimulai pada 2026. Pernyataan tersebut sekaligus menghapus proyeksi sebelumnya yang menyebut produksi bervolume tinggi akan dimulai pada tahun ini.

Tesla sebenarnya telah melakukan pengiriman terbatas kepada sejumlah pelanggan, termasuk PepsiCo, di AS sejak akhir 2022. Namun, penundaan produksi, meningkatnya persaingan, serta perubahan kebijakan kendaraan listrik di AS kemudian memunculkan kekhawatiran mengenai permintaan terhadap truk listrik tersebut.

Pesanan Tesla Semi Meningkat

Di tengah tantangan tersebut, Tesla memperoleh pesanan baru dalam jumlah besar. Menurut Catalyst Mobility, organisasi nirlaba yang bergerak di bidang transportasi bersih, Tesla pada pekan ini menerima pesanan 2.500 unit Semi dari koalisi sejumlah perusahaan pemilik kargo terbesar di dunia.

Baca Juga: Filipina Tuduh China Hambat Misi Pasokan di Laut China Selatan

Koalisi tersebut antara lain mencakup Microsoft dan PepsiCo.

Catalyst Mobility menyebut jumlah pesanan tersebut hampir dua kali lipat dari total armada truk listrik Kelas 8 yang saat ini beroperasi di AS.

Permintaan juga datang dari perusahaan teknologi angkutan barang asal Swedia, Einride AB. Pada Agustus 2026, Einride mengumumkan kesepakatan untuk menambahkan 500 unit Tesla Semi ke dalam armadanya.

Dengan dimulainya pengiriman kepada pelanggan pertama dan adanya sejumlah pesanan dalam jumlah besar, Tesla mulai memperluas penetrasinya dari kendaraan penumpang listrik ke sektor transportasi barang komersial jarak jauh.