Tesla Tambah Shift Produksi Cybertruck, Pesanan Menumpuk Jelang Ekspansi Cybercab



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Tesla berencana menambah satu shift produksi untuk mempercepat penyelesaian pesanan Cybertruck yang masih menumpuk. Langkah ini dilakukan sebelum perusahaan menghentikan lini produksi kendaraan pikap listrik tersebut pada tahun depan untuk memberi ruang bagi peningkatan produksi Cybercab.

Chief Executive Officer (CEO) Tesla Elon Musk mengatakan, jumlah pesanan Cybertruck yang belum terpenuhi saat ini jauh melampaui kapasitas produksi perusahaan sebelum lini produksinya dibongkar sekitar Juni atau Juli 2027.

"Antrean pesanan Cybertruck saat ini jauh lebih banyak dibandingkan jumlah yang dapat diproduksi Tesla sebelum lini produksinya dibongkar untuk ekspansi Cybercab sekitar Juni/Juli tahun depan," ujar Musk dalam unggahan di platform X, Sabtu (7/11/2026).


"Kami akan menambah satu shift kerja untuk berupaya menyelesaikan seluruh pesanan tepat waktu," tambahnya.

Pernyataan tersebut disampaikan sehari setelah Musk mengumumkan rencana penghentian produksi Cybertruck di pabrik Tesla yang berlokasi di Texas. Perusahaan akan mengalihkan sumber daya produksi untuk mendukung pengembangan Cybercab, kendaraan robotaxi otonom berkapasitas dua penumpang.

Baca Juga: China Pimpin Daftar Pelajar Terpintar Dunia 2026, Indonesia Urutan Berapa?

Cybercab menjadi salah satu proyek utama Musk dalam upayanya mengubah Tesla dari sekadar produsen otomotif menjadi perusahaan yang berfokus pada kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dan robotika.

Di sisi lain, kinerja penjualan Cybertruck belum memenuhi ekspektasi awal Musk. Kendaraan pikap listrik tersebut mulai dikirimkan kepada konsumen pada akhir 2023, tetapi penjualannya di Amerika Serikat (AS) justru mengalami penurunan.

Mengutip data Kelley Blue Book, penjualan Cybertruck di AS tercatat sekitar 20.000 unit pada tahun lalu, turun dari hampir 39.000 unit pada 2024. Angka tersebut masih jauh di bawah proyeksi awal Musk yang memperkirakan penjualan Cybertruck dapat mencapai 250.000 unit per tahun.

Selain menghadapi tantangan penjualan, Cybertruck juga berulang kali mengalami penarikan kembali kendaraan (recall) dan masalah kualitas sejak pertama kali diluncurkan.

Desain kendaraan berbahan baja tahan karat tersebut yang tergolong tidak konvensional juga membatasi peluang pemasarannya di sejumlah pasar internasional, termasuk Eropa.