KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Bank Indonesia (BI) memperkirakan kinerja Lapangan Usaha (LU) Industri Pengolahan akan terus meningkat dan berada pada fase ekspansi pada Kuartal I-2026. Hal ini tercermin dari Purchasing Managers’ Index Bank Indonesia (PMI-BI) yang diperkirakan mencapai 53,17%, naik dari posisi 51,86% pada Kuartal IV-2025. Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, mengatakan, ekspansi kinerja industri pengolahan terutama didorong peningkatan volume total pesanan, volume produksi, volume persediaan barang jadi, serta kecepatan penerimaan barang input.
"Peningkatan PMI-BI didorong oleh ekspansi terutama didorong oleh volume total pesanan, volume produksi, volume persediaan barang jadi, dan kecepatan penerimaan barang input,” ujar Denny dikutip Senin (19/1/2026). Berdasarkan sublapangan usaha (Sub-LU), mayoritas industri juga diperkirakan berada pada fase ekspansi. Indeks tertinggi tercatat pada industri kulit, barang dari kulit dan alas kaki, industri furnitur, industri logam dasar, serta industri makanan dan minuman. Dalam rinciannya, BI memperkirakan, kinerja LU Industri Pengolahan pada Kuartal I-2026 melanjutkan tren peningkatan dengan indeks 53,17%. Dari sisi komponen pembentuk, Volume Total Pesanan mencatat indeks tertinggi sebesar 55,05%, diikuti Volume Produksi sebesar 54,82%, Volume Persediaan Barang Jadi sebesar 54,22%, serta Kecepatan Penerimaan Barang Input sebesar 50,38%. Sementara itu, komponen Jumlah Tenaga Kerja pada Kuartal I-2026 diperkirakan menunjukkan perbaikan meski masih berada di zona kontraksi dengan indeks 49,85%. Secara rinci, Volume Produksi pada Kuartal I-2026 diperkirakan meningkat dengan indeks 54,82%, lebih tinggi dibandingkan Kuartal IV-2025 sebesar 53,46%. Volume Total Pesanan juga diperkirakan mengalami akselerasi dengan indeks 55,05%, naik dari 53,31% pada kuartal IV-2025. Komponen Kecepatan Penerimaan Barang Input diprakirakan berbalik ke zona ekspansi pada Kuartal I-2026 dengan indeks 50,38%, setelah pada Kuartal IV-2025 masih berada di zona kontraksi sebesar 49,32%. Selain itu, Volume Persediaan Barang Jadi diperkirakan terus meningkat hingga Kuartal I-2026 dengan indeks 54,22%, sejalan dengan kenaikan Volume Total Pesanan. Adapun komponen Jumlah Tenaga Kerja diprakirakan masih berada di zona kontraksi, namun membaik menjadi 49,85% dibandingkan Kuartal IV-2025 sebesar 48,80%.
Berdasarkan Sub-LU, kinerja tertinggi diprakirakan terjadi pada Industri Kulit, Barang dari Kulit dan Alas Kaki dengan indeks 58,54%, disusul Industri Furnitur sebesar 57,06%, Industri Logam Dasar sebesar 55,45%, serta Industri Makanan dan Minuman sebesar 55,23%.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News