KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Penerbit stablecoin berbasis di El Salvador, Tether, mengungkapkan telah membekukan sekitar US$ 4,2 miliar aset kripto miliknya yang terkait dengan aktivitas ilegal. Langkah ini dilakukan di tengah upaya otoritas global memperketat pengawasan terhadap kejahatan berbasis kripto. Perusahaan stablecoin terbesar di dunia tersebut kini memiliki lebih dari US$ 180 miliar token berbasis dolar AS (USDT) yang beredar, melonjak signifikan dari sekitar US$ 70 miliar dalam tiga tahun terakhir. Sebagai penerbit stablecoin, Tether memiliki kemampuan untuk membekukan token yang tersimpan di dompet kripto pengguna secara jarak jauh, apabila diminta oleh aparat penegak hukum.
Tether Bekukan US$4,2 Miliar Stablecoin Terkait Kasus Kejahatan
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Penerbit stablecoin berbasis di El Salvador, Tether, mengungkapkan telah membekukan sekitar US$ 4,2 miliar aset kripto miliknya yang terkait dengan aktivitas ilegal. Langkah ini dilakukan di tengah upaya otoritas global memperketat pengawasan terhadap kejahatan berbasis kripto. Perusahaan stablecoin terbesar di dunia tersebut kini memiliki lebih dari US$ 180 miliar token berbasis dolar AS (USDT) yang beredar, melonjak signifikan dari sekitar US$ 70 miliar dalam tiga tahun terakhir. Sebagai penerbit stablecoin, Tether memiliki kemampuan untuk membekukan token yang tersimpan di dompet kripto pengguna secara jarak jauh, apabila diminta oleh aparat penegak hukum.
TAG: