Thaifex - Anuga Asia 2026 Digelar, Potensi Nilai Perdagangan Capai 130 Miliar Baht



KONTAN.CO.ID - BANGKOK. Thaifex - Anuga Asia 2026, pameran dagang makanan dan minuman di Asia digelar di Impact Exhibition and Convention Centre, Muang Thong Thani.

Acara yang berlangsung mulai 26 Mei hingga 30 Mei ini diperkirakan akan menghasilkan nilai perdagangan lebih dari 130 miliar baht Thailand.

Pameran yang diselenggarakan oleh Department of International Trade Promotion (DITP) Kementerian Perdagangan Thailand, Thai Chamber of Commerce (TCC), dan Koelnmesse (KM) ini mencatatkan berbagai perkembangan dibanding tahun lalu.


Wendy Lim, General Manager Koelnmesse, menjelaskan, tahun ini Thaifex Anuga Asia mencatatkan peningkatan jumlah peserta pameran menjadi 3.590 dari tahun lalu yang sebesar 3.231 peserta pameran.

“Dibandingkan dengan tahun lalu, peningkatannya sekitar 10%, yang mana mereka datang dari 56 negara dan wilayah,” ujar Wendy dalam wawancara dengan media, Selasa (26/5).

Bila dirinci, peserta pameran dari internasional termasuk importir mencapai 2.205 peserta, dan peserta lokal sebesar 1.385.

Peserta tersebut menghadirkan sebanyak 6.710 booth, menampilkan berbagai kategori produk mulai dari makanan dan minuman, produk pertanian dan hasil olahan pertanian, teknologi pangan, hingga produk terkait lainnya.

Baca Juga: Thaifex Horec Asia 2026, Bisnis Inovasi & Sustainability Tarik Minat Mitra Baru

Wendy mengatakan, terdapat beberapa negara baru yang ditampilkan lewat pameran ini seperti Armenia, Finlandia, Geordia, Lebanon dan Mongolia, serta delapan grup negara dan wilayah baru.

Bukan hanya itu, luas area pameran juga bertambah 10.000 meter persegi menjadi 140.000 meter persegi. “Ini terutama karena adanya penambahan Hall 4,” tambah Wendy.

Pameran yang diperkirakan akan mencatatkan jumlah pengunjung sebanyak 90.000 orang ini memang menghadirkan beberapa hal baru.

Salah satu sorotan utama tahun ini dihadirkan di Hall 4, yang menghadirkan New To The Market yang menjadi destinasi penting bagi pembeli yang mencari produk baru diluncurkan, digabungkan dengan produk-produk yang memenangkan award tasteinnovation.

Hall 4 juga menghadirkan Startup Showcase yang menampilkan sekitar 20 perusahaan startup dan bisa menghubungkan mereka dengan berbagai mitra komersi.

Di hall ini juga terdapat Future Food Experience+ Stage, mempertemukan para pemimpin industri yang membentuk produksi, pengadaan dan ritel pangan. Topik yang dibahas akan berkaitan dengan produksi pangan berbasis AI, keberlanjutan rantai pasok khingga sistem produksi pangan.

Sementara itu dalam upara pembukaan yang digelar pada Rabu (27/5), Perdana Menteri Thailand Anutin Charnvirakul mengatakan, pertumbuhan yang berkelanjutan dari acara ini mencerminkan tingginya kepercayaan dunia usaha global terhadap Thailand dan masa depan industri pangan Asia.

Baca Juga: Thaifex Horec Asia 2026 Digelar, 700 Perusahaan dari 35 Negara Gaet Pembeli Potensial

“Tahun lalu saja, nilai ekspor pangan Thailand melampaui US$ 38 miliar, yang semakin memperkuat posisi Thailand sebagai salah satu eksportir pangan utama dunia, mitra perdagangan penting, serta kontributor bagi ketahanan pangan global,” katanya.

Menurut Charnvirakul, kehadiran acara seperti Thaifex - Anuga semakin penting mengingat pangan juga menjadi salah satu tanda kekuatan dan isu strategis global.

“Acara ini mempertemukan pemerintah, pelaku bisnis, mitra, inovator, peneliti, petani, dan wirausahawan dari seluruh dunia untuk bertukar gagasan, membangun kemitraan dan kolaborasi, serta bersama-sama membentuk masa depan industri pangan,” sebutnya.

Dia juga mengatakan, industri pangan merupakan salah satu kekuatan terbesar Thailand, dan mereka sedang berupaya membangun Thailand sebagai pusat pangan masa depan dunia, tempat inovasi pangan, keberlanjutan, kesehatan, dan keandalan bertemu.

Kekuatan Thailand, Charnvirakul menegaskan, tak hanya terletak pada sumber daya pertanian yang kaya, tetapi juga pada keberagaman, ekosistem manufaktur pangan yang kuat, standar yang diakui secara internasional, serta kemampuan menciptakan nilai tambah melalui inovasi.

“Di saat yang sama, kami juga berinvestasi untuk masa depan. Pemerintah Thailand secara aktif mendorong pertanian cerdas, bioteknologi, pangan fungsional, protein alternatif, produksi berkelanjutan, adopsi energi bersih, serta transformasi digital di seluruh rantai nilai industri pangan,” ungkapnya.

Perdana Menteri Thailand bilang, upaya ini sejalan dengan model ekonomi Bio-Circular-Green yang bertujuan memastikan pertumbuhan jangka panjang sambil melindungi manusia dan lingkungan.