JAKARTA. Impor komoditas non-migas asal Negeri Gajah Putih, Thailand semakin membanjiri pasar domestik. Pada periode Juni 2011, Thailand menggeser posisi Singapura sebagai negara importir terbesar ke tiga untuk Indonesia dengan nilai US$ 5,185 miliar. Badan Pusat Statistik(BPS) mencatat pertumbuhan nilai impor dari Thailand pada semester pertama 2011 mencapai 41,71% dibandingkan semester pertama 2010 sebesar US$ 3,659 miliar. Kepala BPS Rusman Heriawan mengatakan pada Juni, defisit perdagangan Indonesia yang terbesar adalah dengan Thailand dengan nilai US$ 471,7 juta. Jumlah ini lebih besar daripada defisit dengan importir terbesar kita, China yaitu US$ 365,2 juta. Data BPS menunjukkan impor terbesar adalah untuk komoditas gula tebu dengan nilai US$ 525,538 juta. Angka ini melonjak tajam 453% dari nilai impor pada periode semester 1 2010 sebesar US$ 95,03 juta.
Thailand gusur Singapura sebagai importir terbesar ke-3 di Indonesia
JAKARTA. Impor komoditas non-migas asal Negeri Gajah Putih, Thailand semakin membanjiri pasar domestik. Pada periode Juni 2011, Thailand menggeser posisi Singapura sebagai negara importir terbesar ke tiga untuk Indonesia dengan nilai US$ 5,185 miliar. Badan Pusat Statistik(BPS) mencatat pertumbuhan nilai impor dari Thailand pada semester pertama 2011 mencapai 41,71% dibandingkan semester pertama 2010 sebesar US$ 3,659 miliar. Kepala BPS Rusman Heriawan mengatakan pada Juni, defisit perdagangan Indonesia yang terbesar adalah dengan Thailand dengan nilai US$ 471,7 juta. Jumlah ini lebih besar daripada defisit dengan importir terbesar kita, China yaitu US$ 365,2 juta. Data BPS menunjukkan impor terbesar adalah untuk komoditas gula tebu dengan nilai US$ 525,538 juta. Angka ini melonjak tajam 453% dari nilai impor pada periode semester 1 2010 sebesar US$ 95,03 juta.