The Fed kembali lakukan tapering US$ 10 miliar



WASHINGTON. Seiring mengucapkan perpisahan kepada sang pimpinan yang membuat sejarah besar selama delapan tahun berkuasa, the Federal Reserve mengambil keputusan seperti yang telah diprediksi sebelumnya. Yakni, mereka kembali memutuskan untuk memangkas program stimulus bulanan senilai US$ 10 miliar menjadi US$ 65 miliar. Dari nilai stimulus tersebut, sebesar US$ 30 miliar per bulan akan digunakan untuk membeli aset-aset berbasis kredit perumahan dan sekitar US$ 35 miliar untuk tresuri. Pimpinan the Fed Ben S Bernanke, masih memimpin meeting terakhirnya dan memutuskan untuk melanjutkan program yang sudah mengerek neraca perdagangan bank sentral AS menjadi lebih dari US$ 4 triliun tersebut. Keputusan tersebut diambil di tengah terjadinya guncangan perekonomian di emerging markets di mana mereka menghadapi pelemahan nilai mata uang yang cukup besar dan ketidakpastian prmulihan ekonomi AS yang terjadi secara bertahap. Di pasar saham, terjadi aksi jual besar-besaran di sepanjang tahun ini. Sejumlah pelaku pasar percaya, kondisi tersebut dipicu oleh adanya penyesuaian terhadap kebijakan baru the Fed. "Ini merupakan cara pasar menyesuaikan diri, mencoba untuk menilai bagaimana valuasi yang yang seharusnya seiirng langkah the Fed memulai perubahan kebijakannya," jelas Quincy Krosby, chief market strategist Prudential Annuities. Seperti yang diketahui, langkah tapering diambil the Fed pertama kali pada pertemuan Desember lalu. Pada waktu itu, the Fed juga memutuskan untuk mengurangi nilai stimulus sebesar US$ 10 miliar menjadi US$ 75 miliar. Dengan adanya keputusan yang diambil ini, sejumlah analis sangat yakin the Fed akan mengakhiri penggelontoran stimulusnya pada akhir 2014 mendatang.  "Sangat jelas terlihat, dalam beberapa bulan ke depan, the Fed ingin menghentikan program stimulus. Kami memprediksi, program QE akan berakir pada Oktober, atau awal November tahun ini. Selanjutnya, Fed akan fokus pada program selanjutnya," jelas Bill Gross, co chief investment officer Pimco.


Editor: Barratut Taqiyyah Rafie