KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Aset offshore, khususnya pasar Amerika Serikat (AS), masih dinilai menarik bagi investor Indonesia sebagai instrumen diversifikasi portofolio. Apalagi saat ini kondisinya suku bunga global masih tinggi dan indeks dolar AS di level yang kuat. Diketahui Bank sentral Amerika Serikat (AS), Federal Reserve (The Fed), menaikkan suku bunga acuannya ke level 3,75%-4,0% pada FOMC September. Kenaikan suku bunga ini ialah pertama kali sejak Juli 2023. Kondisi ini mendorong penguatan indeks dolar AS dan kenaikan imbal hasil (yield) US Treasury. Investment Specialist Sucor Asset Management Myura Blessya V Walewangko mengatakan, aset offshore AS dapat dipertimbangkan terutama oleh investor dengan profil risiko agresif.
The Fed Naikkan Bunga, Ini Peluang Saham AS di Sektor AI dan Teknologi
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Aset offshore, khususnya pasar Amerika Serikat (AS), masih dinilai menarik bagi investor Indonesia sebagai instrumen diversifikasi portofolio. Apalagi saat ini kondisinya suku bunga global masih tinggi dan indeks dolar AS di level yang kuat. Diketahui Bank sentral Amerika Serikat (AS), Federal Reserve (The Fed), menaikkan suku bunga acuannya ke level 3,75%-4,0% pada FOMC September. Kenaikan suku bunga ini ialah pertama kali sejak Juli 2023. Kondisi ini mendorong penguatan indeks dolar AS dan kenaikan imbal hasil (yield) US Treasury. Investment Specialist Sucor Asset Management Myura Blessya V Walewangko mengatakan, aset offshore AS dapat dipertimbangkan terutama oleh investor dengan profil risiko agresif.
TAG: